Loading
Ilustrasi - Seorang ibu dan bayinya tewas dibakar hidup-hidup di Jharkhand, India, akibat tuduhan praktik sihir. (ChatGPT AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Tuduhan praktik sihir kembali memakan korban jiwa di India. Seorang ibu muda bernama Jyoti Sinku dan bayinya yang baru berusia 10 bulan tewas dibakar hidup-hidup oleh sekelompok warga di sebuah desa terpencil di negara bagian Jharkhand, India bagian timur.
Peristiwa tragis itu terjadi awal pekan ini di Dusun Kudsai, wilayah pemukiman suku yang terisolasi dan jauh dari akses layanan kesehatan. Empat orang telah ditangkap oleh polisi setempat, sementara aparat masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi keji tersebut.
Suami korban, Kolhan Sinku, juga menjadi sasaran serangan massa. Ia mengalami luka bakar serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dari ranjang perawatannya, Kolhan mengingat detik-detik mengerikan ketika rumahnya diserbu.
“Saya memohon dengan tangan terlipat agar masalah ini dibicarakan di dewan desa. Tapi mereka tidak mau mendengar,” ujarnya lirih.
Menurut keterangan polisi, kekerasan dipicu oleh rangkaian peristiwa di desa tersebut, mulai dari kematian ternak secara mendadak hingga sakit dan wafatnya seorang warga bernama Pustun Birua. Sebelum meninggal, Pustun sempat mengalami kecemasan dan sering pingsan. Istrinya, Jano Birua, mengaku hanya membawa suaminya ke penyedia layanan kesehatan informal karena keterbatasan biaya dan jarak rumah sakit yang terlalu jauh.
“Kami orang miskin. Tidak mungkin membawa dia ke rumah sakit yang jauh,” katanya.
Di tengah kondisi itu, isu pun berkembang. Jyoti Sinku dituding sebagai penyebab sakit dan kematian Pustun melalui praktik sihir.
Malam setelah pria itu meninggal, sekitar selusin orang—termasuk beberapa perempuan—mendatangi rumah Jyoti dan melakukan pembakaran yang merenggut nyawa ibu dan anak tersebut.
Kasus serupa bukan pertama kali terjadi. Mengutip laporan BBC, praktik kekerasan akibat tuduhan sihir kerap muncul di wilayah pedalaman India, khususnya di komunitas suku yang hidup dalam kemiskinan, minim edukasi, dan nyaris tanpa akses layanan kesehatan memadai.
Data Biro Catatan Kriminal Nasional India mencatat, lebih dari 2.500 orang—mayoritas perempuan—tewas akibat tuduhan praktik sihir sepanjang tahun 2000 hingga 2016. Beberapa bulan lalu, tragedi serupa juga terjadi di negara bagian Bihar, yang bertetangga dengan Jharkhand, ketika satu keluarga dibunuh secara brutal karena tuduhan yang sama.
Polisi setempat menyatakan para tersangka saat ini ditahan dan belum memberikan keterangan resmi. Selain membentuk tim khusus untuk memburu pelaku lain, aparat berjanji akan menggelar program edukasi di daerah pedesaan guna menekan takhayul dan mencegah kekerasan serupa terulang.
Tragedi ini kembali menegaskan bahwa di balik kemajuan sebuah negara, masih ada wilayah-wilayah yang terjebak dalam ketakutan, kemiskinan, dan kepercayaan keliru—yang pada akhirnya merenggut nyawa tak berdosa.