Loading
Badai besar melanda Amerika Serikat dan mengacaukan jadwal penerbangan dengan lebih dari 7.000 penundaan dan pembatalan. (Foto: Usatoday/maCabeBrown)
WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Cuaca ekstrem kembali menghantam Amerika Serikat. Kali ini, badai besar menyebabkan kekacauan pada jadwal penerbangan di berbagai wilayah, dengan ribuan penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan.
Data dari FlightAware menunjukkan lebih dari 7.000 penerbangan terdampak pada Selasa (17/3). Rinciannya, sekitar 6.300 penerbangan tertunda dan lebih dari 1.000 penerbangan dibatalkan di sejumlah bandara utama.
Gangguan paling parah terjadi di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Georgia. Di bandara tersibuk di dunia ini, lebih dari 200 penerbangan dibatalkan dan sekitar 350 lainnya tertunda.
Baca juga:
Topan Super Ragasa Terjang Taiwan dan Hong Kong: Belasan Korban Jiwa, China Selatan Siaga PenuhSituasi serupa juga terjadi di Florida. Bandara Fort Lauderdale mencatat lebih dari 100 pembatalan dan hampir 400 penundaan. Sementara itu, di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, lebih dari 400 penerbangan terdampak oleh cuaca buruk.
Meski kondisi diperkirakan mulai membaik, gangguan belum sepenuhnya berakhir. Untuk Rabu (18/3/2026), sekitar 60 penerbangan masih dibatalkan di seluruh Amerika Serikat.
Ancaman Cuaca Ekstrem Belum Usai
Badan Layanan Cuaca Nasional AS memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih akan berlanjut. Wilayah Midwest dan Great Lakes diperkirakan mengalami salju lebat dan badai salju, sementara kawasan Pantai Timur akan dilanda rangkaian badai baru.
Tidak hanya itu, angin kencang hingga potensi tornado juga mengintai sejumlah wilayah. Bahkan, peringatan tornado dikeluarkan untuk Washington DC—situasi yang tergolong jarang terjadi.
Kondisi ini membuat otoritas setempat mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang memiliki rencana perjalanan udara dalam beberapa hari ke depan.