Loading
Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney. (Laduni.id)
DUBLIN, ARAHKITA.COM - Uni Eropa tidak akan menawarkan kesepakatan Brexit yang lebih baik kepada siapa pun yang akan mengambil alih posisi Perdana Menteri Inggris, kata Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney pada Jumat (24/5/2019).
"Menurut sudut pandang saya, Saya tidak melihat Uni Eropa menawarkan kepada Perdana Menteri baru kesepakatan yang lebih baik atau sangat berbeda dengan apa yang ditawarkan kepada Theresa May," kata Coveney kepada stasiun radio Irlandia Newstalk pascapengumuman pengunduran diri May pada Jumat (24/5/2019).
"Gagasannya bahwa Perdana Menteri baru akan menjadi negosiator yang lebih tangguh dan akan mengajukannya kepada Uni Eropa dan mendapatkan kesepakatan yang jauh lebih baik untuk Inggris? Itu bukan cara kerja Uni Eropa."
Posisi UE Tak BerubahPosisi Uni Eropa dalam persyaratan keluarnya Inggris dari blok tersebut tidak berubah meski Perdana Menteri Theresa May pada Jumat mengumumkan akan mengundurkan diri pada 7 Juni, kata juru bicara Komisi, Mina Andreeva.
"Presiden (Komisi Eropa) (Jean-Claude) Juncker mengikuti pengumuman pengunduran diri Perdana Menteri May pagi ini dengan duka cita," kata dia saat konferensi pers.
"Presiden sangat senang dan menghargai bekerja sama dengan Perdana Menteri May. Dia juga akan melakukan hal serupa, menghormati dan membangun hubungan kerja dengan perdana menteri baru, siapa pun itu. Posisi kami dalam kesepakatan Brexit - tidak berubah," ucap Andreeva.
Juru bicara menegaskan kembali bahwa blok tersebut tidak akan mengubah kesepakatan Brexit yang menemui jalan buntu tetapi bisa menekan deklarasi politik yang menyertainya dalam hubungan Uni Eropa dan Inggris pascaBrexit.
Prancis Siap Kerja SamaPresiden Prancis Emmanuel Macron siap bekerja sama dengan Perdana Menteri baru Inggris terkait semua isu Eropa dan bilateral setelah Theresa May mengundurkan diri, namun menginginkan kejelasan tentang pendekatan Inggris untuk Brexit, menurut pernyataan pejabat Istana Elysee, Jumat (24/5/2019) menurut pantauan Antara dari Reuters.
'Hubungan kami dengan Inggris sangat penting di seluruh sektor. Terlalu dini untuk berspekulasi atas dampak dari keputusan (May)," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa penting memastikan peristiwa itu tidak mempengaruhi fungsi Uni Eropa.
"Kami perlu klarifikasi segera" dari Inggris tentang apa yang diinginkan negara itu dari Brexit, menurut pejabat itu.
Inggris akan meninggalkan Uni Eropa tanpa sebuah kesepakatan pada Oktober kecuali sebuah kesepakatan dapat dicapai dengan EU yang juga dapat diterima oleh parlemen Inggris.