Arsip Foto - Tenaga medis memeriksa kesehatan gigi warga dalam pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perubahan hormon selama kehamilan bukan hanya memengaruhi suasana hati dan kondisi fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan gigi dan mulut. Para ahli mengingatkan, ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan gusi akibat lonjakan hormon estrogen dan progesteron.
Dokter dari Layanan Gigi di KK Women’s and Children’s Hospital, Dr. Chan Boon Hui, menjelaskan bahwa peningkatan hormon membuat jaringan gusi lebih sensitif terhadap plak dan bakteri.
“Peningkatan kadar hormon – khususnya estrogen dan progesteron – membuat perempuan lebih rentan terkena penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis,” ujar Dr. Chan seperti dikutip dari Channel News Asia.
Ia menjelaskan, gingivitis merupakan tahap awal penyakit gusi yang ditandai dengan gusi bengkak, kemerahan, dan mudah berdarah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi periodontitis yang lebih serius.
“Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kehilangan gigi,” tegasnya, seperti yang dikutip dari Antara.
Senada dengan itu, Direktur Layanan Gigi di National University Polyclinics, Dr. Patricia Wong, mengingatkan bahwa perempuan yang sudah mengalami gingivitis sebelum hamil berisiko mengalami kondisi yang lebih parah selama masa kehamilan.
Selain gangguan gusi, keluhan mual dan muntah yang sering dialami ibu hamil juga berdampak pada kesehatan gigi. Asam lambung yang naik ke rongga mulut dapat mengikis enamel atau lapisan pelindung gigi.
“Setelah muntah, sebaiknya segera bilas mulut dengan air biasa untuk menetralkan asam,” kata Dr. Wong.
Ia mengingatkan agar tidak langsung menyikat gigi setelah muntah. “Tunggu 30 menit hingga satu jam sebelum menggosok gigi,” ujarnya, karena menyikat gigi dalam kondisi enamel yang masih lunak justru dapat memperparah kerusakan.
Dampak pada Janin
Dr. Chan juga menyoroti bahwa kesehatan mulut ibu hamil tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga pada perkembangan janin.
Menurutnya, periodontitis dapat memengaruhi aliran darah ibu dan berpotensi mengganggu pertumbuhan janin, bahkan meningkatkan risiko persalinan prematur.
Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut selama kehamilan menjadi hal yang sangat penting.
Tips Menjaga Kesehatan Gigi saat Hamil
Sebagian ibu hamil mungkin kesulitan menyikat gigi akibat refleks muntah yang meningkat. Namun, para ahli tetap menyarankan untuk menyikat gigi minimal dua kali sehari selama dua menit.
Dr. Wong menyarankan beberapa trik sederhana, seperti menggunakan pasta gigi rasa buah atau yang tidak terlalu beraroma mint. Jika masih terasa tidak nyaman, menyikat gigi dengan air biasa lalu berkumur menggunakan obat kumur berfluorida bisa menjadi alternatif.
“Variasikan waktu menyikat gigi untuk menghindari saat-saat mual paling parah di pagi hari,” sarannya.
Ia juga menyarankan ibu hamil mendengarkan musik atau siniar favorit saat menyikat gigi agar lebih rileks dan teralihkan dari rasa mual.
Selain menyikat gigi, penggunaan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi juga penting dilakukan setiap hari. Dr. Chan menambahkan bahwa minum air putih yang cukup di sela waktu makan dapat membantu membersihkan sisa makanan sekaligus menjaga kelembapan mulut.
“Minum banyak air di antara waktu makan membantu mengurangi penumpukan asam yang dapat merusak enamel gigi,” jelasnya.
Untuk perawatan di dokter gigi, tindakan seperti pembersihan karang gigi dan penambalan sederhana umumnya aman dilakukan selama kehamilan. Namun, trimester kedua dianggap sebagai waktu paling aman untuk menjalani prosedur perawatan gigi.
Dengan perawatan yang tepat, ibu hamil dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut sekaligus mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
---
Meta Description CMS: