Protein Hewani Dibutuhkan Anak Penderita Kanker untuk Pertahankan Massa Otot


 Protein Hewani Dibutuhkan Anak Penderita Kanker untuk Pertahankan Massa Otot Keseimbangan gizi penting bagi anak penderita kanker Ilustrasi Freepikcom

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Protein hewani sangat dibutuhkan anak dengan kanker untuk mempertahankan massa otot dan mencegah anak jatuh ke malnutrisi. 

Dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Yoga Devaera Sp.A(K) mengatakan, sekitar 50-60 persen anak penderita kanker mengalami malnutrisi. Karena  itu, penting mempertahankan keseimbangan gizi, sebelum, setelah, dan saat menjalani kemoterapi.

¨Gizinya harus dipertahankan enggak boleh kurang enggak boleh lebih. Kalau pola makan enggak seimbang, dia punya risiko akan kekurangan zat gizi mikro,” kata Yoga dalam acara Peran Dukungan Suportif Pada Kanker Anak di MRCCC RS Siloam Jakarta, Sabtu.Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan malnutrisi pada anak penderita kanker, baik gizi buruk atau stunting, maupun gizi lebih atau obesitas akan memberikan efek pada proses terapi kanker, seperti kesulitan menentukan dosis, risiko efek samping yang lebih besar dan kekurangan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Anak dengan kanker memiliki risiko kekurangan massa otot karena kanker memecah otot di tubuhnya, dan tumor di dalam tubuh juga dapat meningkatkan kebutuhan protein. Protein juga dibutuhkan untuk membentuk berbagai macam enzim dan antibodi sebagai daya tahan tubuh.“Protein yang masuk ke tubuh melalui makanan dipecah menjadi lebih kecil yang disebut peptida dan asam amino, proses ini akan terjadi setiap hari. Jika protein melalui makanan kurang, tubuh akan mengambil protein dari otot dengan memecah otot, makanya jangan lama-lama untuk tidak mendapatkan protein dari makanan,” kata Yoga dikutip Antara.Protein yang disarankan Yoga untuk anak yang sedang melakukan fase kemoterapi adalah protein hewani karena memiliki jumlah asam amino esensial yang lebih banyak dibandingkan protein nabati. Selain itu, protein hewani juga memiliki kandungan anabolik tinggi yang memberi kemampuan pada tubuh untuk membuat jaringan otot baru.Selain juga protein hewani dapat memberikan tubuh tambahan zat gizi mikro seperti mineral, zat besi dan seng yang dibutuhkan pada anak penderita kanker agar tidak malnutrisi.Contoh protein hewani yang penting dianjurkan pada anak dengan kanker adalah putih telur dan kuning telur, daging sapi utuh atau bukan olahan yang memiliki jumlah protein 26 gram per 100 gram daging, dan ayam utuh tanpa kulit per 100 gram dengan memiliki jumlah protein sekitar 26 gram.Yoga menyarankan untuk menghindari daging sapi olahan seperti sosis karena memiliki lebih banyak tambahan bahan kimia di komposisinya dan memiliki lebih sedikit protein. Hindari juga daging ayam olahan yang lebih banyak jumlah karbohidratnya dari tepung dibandingkan dengan protein.Jika membutuhkan suplemen protein, tutur Yoga, diperbolehkan namun pilih yang dari sumber hewani atau whey isolate yang dapat memberikan protein lebih tinggi.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru