Sering Mengantuk Saat Kerja? Dokter Ungkap Itu Bisa Jadi Sinyal Tubuh Kelelahan


 Sering Mengantuk Saat Kerja? Dokter Ungkap Itu Bisa Jadi Sinyal Tubuh Kelelahan Ilustrasi Mengantuk. (Pixabay)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sering mengantuk saat bekerja atau beraktivitas ternyata tidak boleh dianggap sepele. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG mengatakan rasa kantuk yang terus muncul merupakan sinyal alami dari tubuh bahwa kondisi fisik sedang kelelahan.

"Gejala yang sering kita anggap ringan namun sebenarnya itu adalah sinyal dari tubuh adalah mengantuk," kata Ari dikutip dari Antara, Kamis (7/5/2026).

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi hepatologi itu menjelaskan, penyebab kelelahan yang paling umum terjadi adalah kurangnya waktu tidur yang berkualitas. Namun, banyak orang justru memilih mengandalkan kopi atau minuman berkafein agar tetap fokus bekerja dibanding memperbaiki pola istirahat.

Menurut Ari, kebiasaan meminum kopi secara berlebihan demi melawan rasa lelah justru dapat memicu masalah kesehatan. Konsumsi kafein di atas 150 miligram disebut bisa menyebabkan jantung berdebar hingga meningkatkan risiko asam lambung.

"Sebenarnya kecapekan atau lelah itu obatnya adalah istirahat dan tidur. Cuma kita paksa dengan minum kopi, akhirnya kita tetap waspada begitu ya. Tapi sebenarnya tubuh sudah tidak sanggup untuk terus bekerja," katanya.

Selain kopi, Ari juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlalu sering mengonsumsi minuman berenergi demi memaksa tubuh tetap aktif saat kondisi sudah lelah.

Ia menilai menjaga pola makan sehat juga penting untuk membantu tubuh tetap bugar dan tidak mudah kelelahan. Asupan harian sebaiknya memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral agar daya tahan tubuh tetap terjaga.

Nutrisi tersebut bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti daging sapi, ayam, telur, susu, buah-buahan, hingga sayuran yang baik untuk kesehatan tubuh.

Terkait kebutuhan istirahat, Ari menyarankan setiap orang tidur minimal enam jam setiap hari. Ia juga menekankan bahwa kurang tidur tidak bisa sepenuhnya diganti hanya dengan tidur lebih lama saat akhir pekan.

"Tapi bukan berarti kurang tidur sehari-hari dikumpulkan, lalu dibalasnya saat weekend. Tidur yang berkualitas itu tidur pada malam hari, sehingga tidak ada mimpi-mimpi buruk begitu ya," ujar Ari.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru