Terlalu Sering Pakai Hand Sanitizer Bisa Picu Eksim Tangan, Ini Penjelasan Dokter


 Terlalu Sering Pakai Hand Sanitizer Bisa Picu Eksim Tangan, Ini Penjelasan Dokter Ilustrasi cuci tangan (Pexels)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Penggunaan hand sanitizer atau pembersih tangan memang efektif membantu menjaga kebersihan dan mencegah penyebaran infeksi. Namun, penggunaan yang terlalu sering ternyata dapat memicu gangguan kesehatan pada kulit, termasuk eksim tangan.

Ditulis laman Hindustan Times, Rabu (20/5/2026) waktu setempat dokter spesialis kulit dari Rumah Sakit Zynova Shalby Mumbai, Dr. Surbhi Deshpande, menjelaskan bahwa pembersih tangan berbasis alkohol dapat merusak lapisan pelindung alami kulit jika digunakan secara berlebihan.

“Jika orang sering menggunakan pembersih tangan berbasis alkohol, hal itu dapat menghilangkan minyak alami kulit dan merusak lapisan pelindungnya. Akibatnya, kulit menjadi kering, iritasi, dan sensitif,” ujar Deshpande seperti dikutip dari Hindustan Times.

Ia menambahkan, kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat menyebabkan kemerahan, rasa gatal, kulit pecah-pecah, hingga eksim tangan, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif.

Eksim tangan sendiri merupakan kondisi peradangan pada kulit yang ditandai dengan iritasi, kekeringan, hingga rasa nyeri pada tangan. Gangguan ini terjadi ketika lapisan pelindung kulit melemah akibat terlalu sering terpapar bahan kimia, sabun, deterjen, atau cairan pembersih berbasis alkohol.

“Seiring waktu, kulit bisa mengalami retakan dalam hingga berdarah. Penampilan kulit juga dapat berubah menjadi lebih tebal, gelap, dan sangat sensitif,” jelasnya.

Selain rasa tidak nyaman, penderita eksim tangan juga berisiko mengalami infeksi kulit akibat bakteri maupun jamur karena kebiasaan menggaruk area yang gatal.

Menurut Deshpande, beberapa kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi ini antara lain tenaga kesehatan, ibu rumah tangga, staf salon, petugas kebersihan, hingga pekerja kantoran yang sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

Kondisi tersebut bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak, mengetik, membersihkan rumah, atau sekadar memegang benda karena tangan terasa sakit dan iritasi.

Untuk penanganannya, dokter menyarankan penggunaan pelembap secara rutin guna menjaga kelembapan kulit. Dalam kondisi tertentu, pengobatan juga dapat dilakukan menggunakan krim khusus, antihistamin, maupun obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter.

“Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi kulit masing-masing pasien,” kata Deshpande.

Para ahli juga menyarankan agar penggunaan hand sanitizer tetap dilakukan secara bijak dan tidak berlebihan. Jika memungkinkan, mencuci tangan menggunakan sabun lembut dan air mengalir tetap menjadi pilihan yang lebih aman untuk menjaga kesehatan kulit.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru