Komisi Reformasi Polri Selesaikan Tugas, Hasilnya Akan Dilaporkan ke Presiden


 Komisi Reformasi Polri Selesaikan Tugas, Hasilnya Akan Dilaporkan ke Presiden Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, menyatakan bahwa tim yang dipimpinnya telah menyelesaikan seluruh tugas dalam merumuskan rekomendasi reformasi bagi Kepolisian Republik Indonesia.

Menurut Jimly, hasil kerja komisi tersebut kini tinggal menunggu kesempatan untuk dilaporkan langsung kepada Prabowo Subianto agar mendapatkan arahan lebih lanjut terkait langkah strategis yang akan diambil pemerintah.

“Saya perlu melapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya. Tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri, sehingga perlu dilaporkan dulu untuk mendapatkan arahan dari Presiden,” kata Jimly saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menunggu Waktu Bertemu Presiden

Jimly menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah berupaya meminta waktu untuk bertemu Presiden guna memaparkan laporan tersebut. Namun, agenda Presiden yang cukup padat membuat pertemuan tersebut belum dapat terlaksana.

Ia mengungkapkan, rencana penyampaian laporan sempat dijadwalkan sebelum Presiden melakukan kunjungan ke Amerika Serikat. Akan tetapi, jadwal tersebut akhirnya tertunda.

Setelah Presiden kembali ke Tanah Air, kondisi geopolitik internasional yang memanas kembali mempengaruhi agenda kenegaraan sehingga pertemuan tersebut belum juga terealisasi.

Meski demikian, Jimly memastikan bahwa seluruh proses kerja komisi telah tuntas. Tahap berikutnya adalah menyampaikan laporan resmi kepada Presiden agar rekomendasi reformasi Polri dapat segera ditindaklanjuti.

Ia berharap dapat memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menyampaikan permohonan waktu kepada Presiden secara langsung, termasuk melalui kegiatan informal.

“Makanya saya manfaatkan momentum seperti buka puasa sore ini untuk kasak-kusuk agar Presiden menyediakan waktu, supaya satu persoalan dalam negeri ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Serap Ratusan Masukan dari Masyarakat

Dalam proses penyusunan rekomendasi reformasi Polri, Jimly mengatakan komisinya menerima banyak masukan dari masyarakat.

Ia menyebut setidaknya terdapat lebih dari 100 kelompok masyarakat yang memberikan pandangan, serta lebih dari 300 masukan tertulis yang diterima oleh komisi tersebut.

Selain itu, komisi juga melakukan pertemuan di berbagai daerah guna mendengarkan aspirasi dari sejumlah kelompok masyarakat terkait reformasi di tubuh Polri.

Menurut Jimly, tingginya partisipasi publik dalam memberikan masukan menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap masa depan dan profesionalitas Korps Bhayangkara.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Nasional Terbaru