Pemkot Jakut Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Jelang Tahun Baru


  • Rabu, 31 Desember 2025 | 18:05
  • | News
 Pemkot Jakut Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Jelang Tahun Baru Pemkot Jakut Siaga Cuaca Ekstrem dan Banjir Rob Jelang Tahun Baru. (Antaranews/Antara/HO-Pemkot Jakut)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Kota Jakarta Utara (Pemkot Jakut) memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menghadapi cuaca ekstrem pada musim hujan, termasuk potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta, khususnya saat malam pergantian tahun.

“Kami memastikan kesiapsiagaan penuh menghadapi cuaca ekstrem tersebut,” ujar Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, di Jakarta, Rabu.

Hendra menyampaikan bahwa berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Jakarta Utara diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir, terutama pada malam hingga dini hari menjelang pergantian tahun.

“Wilayah pesisir Jakarta Utara juga kami waspadai terhadap potensi banjir rob. Seluruh jajaran kami siagakan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Utara, Heria Suwandi, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengutamakan upaya pencegahan serta respons cepat di lapangan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak 18 Desember 2025 bersama sejumlah pihak yang berpotensi terdampak banjir rob, seperti Pelabuhan Nizam Zahman, Pelindo Muara Baru, Pelindo Regional 2 Sunda Kelapa, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta PT Taman Impian Jaya Ancol.

Heria menjelaskan bahwa Jakarta Utara memiliki karakter wilayah pesisir yang rawan terhadap banjir rob. Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung.

“Kami menyiapkan geobag, sandbag, serta pompa portabel dan stasioner di titik-titik rawan. Seluruh personel juga disiagakan agar dapat merespons cepat jika terjadi genangan maupun pasang laut ekstrem,” ujarnya dikutip Antara.

Selain itu, kesiapan teknis di sejumlah lokasi strategis juga dilakukan, mulai dari penanggulangan sementara, pengecoran rembesan tanggul, hingga penempatan pompa portabel untuk mempercepat pengendalian genangan.

Heria menyebutkan, pompa portabel ditempatkan sejak 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026 di berbagai titik, antara lain dua unit Indopump di Rumah Pompa Stasioner Muara, dua unit HSP 20 dan Indopump Putih di Kali Gendong Muara Angke, satu unit HSP 60 di PLTU Muara Karang, satu unit di Pelabuhan Sunda, serta satu unit HSP 20 di Plusing Ancol.

Selain itu, pompa portabel juga ditempatkan di Koyo Cabe Lodan, Jalan Gunung Sahari, Jalan R.E. Martadinata, Ketel Uap, Marunda Pitung STIP, Ancol Danau, serta satu unit HSP 60 di Dermaga 5 Marina Ancol.

“Hingga akhir Desember 2025, penanganan lapangan telah kami lakukan di kawasan Marunda, Penjaringan, Koja, Pademangan, serta area pelabuhan dan Ancol,” katanya.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru