Loading
Arsip - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (tengah) berswafoto dengan murid dan guru saat pra peluncuran Sekolah Rakyat dan doa bersama untuk Sumatera di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/12/2025). ANTARA FOTO/Moch Asim/nz
BANJARBARU, ARAHKITA.COM – Ratusan siswa dari berbagai daerah di Indonesia dipastikan akan memeriahkan peresmian 166 Sekolah Rakyat rintisan yang dijadwalkan berlangsung di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Acara nasional ini direncanakan akan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, para siswa yang terlibat berasal dari Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, hingga daerah-daerah di Indonesia Timur seperti Kupang, Makassar, dan Jayapura.
“Mereka datang khusus ke Banjarbaru untuk menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti paduan suara, teater, pidato kebangsaan, hingga atraksi baris-berbaris yang dikemas kreatif,” ujar Saifullah Yusuf dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026)
Tak hanya itu, siswa dari tiga Sekolah Rakyat yang berada di Banjarbaru juga turut ambil bagian. Mereka akan menampilkan yel-yel, senam anak sehat, paduan suara, serta kesenian khas Banjar yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di JakartaPeluncuran Sekolah Rakyat ini dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada di kawasan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Ribuan siswa dari berbagai daerah diperkirakan hadir dalam rangkaian acara tersebut.
Saifullah Yusuf berharap Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan program ini secara langsung bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
“Kami sangat berharap Presiden bisa hadir dan meresmikan Sekolah Rakyat ini secara langsung. Mohon doa agar semua berjalan lancar,” katanya, seperti yang dikutip dari Antara.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Peresmian ini sekaligus menandai dimulainya operasional Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan dan pemberdayaan keluarga.
Sebaran Sekolah Rakyat rintisan tersebut meliputi Sumatera sebanyak 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku tujuh lokasi, serta Papua enam lokasi.
Saat ini, lebih dari 15 ribu siswa telah mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat dengan dukungan teknologi digital. Pemerintah menargetkan pengembangan hingga 500 Sekolah Rakyat pada tahun 2029, guna memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan terendah berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).