Selasa, 27 Januari 2026

Gubernur Pramono Anung Tegaskan Penanganan Banjir Jakarta Harus Bertahap


  • Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:15
  • | News
 Gubernur Pramono Anung Tegaskan Penanganan Banjir Jakarta Harus Bertahap Gubernur DKI Jakarta saat meninjau penanganan banjir di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). (Humas Pemprov DKI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa persoalan banjir di ibu kota tidak bisa diselesaikan secara instan. Dibutuhkan kerja sama semua pihak serta penanganan bertahap mulai dari jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang agar banjir tidak terus berulang.

“Kalau tidak dilakukan bersama-sama, banjir akan terus terulang. Pemerintah dan masyarakat harus bergotong royong menjaga lingkungan,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Pramono, kondisi banjir yang melanda Jakarta kali ini bukan semata-mata disebabkan oleh sampah. Ia menyebut, penyumbatan sampah di sungai justru mengalami penurunan cukup signifikan. Faktor utama pemicu banjir adalah curah hujan ekstrem yang mencapai rata-rata 200 milimeter per hari, bahkan menyentuh 260 milimeter di beberapa wilayah.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjut Pramono, telah memetakan langkah penanganan banjir secara komprehensif. Untuk jangka menengah dan panjang, normalisasi tiga sungai utama menjadi fokus utama, yakni Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Cakung Lama.

Sementara itu, upaya jangka pendek dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), pembersihan saluran air secara intensif, serta penguatan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

“Karena curah hujan yang sangat ekstrem, kami juga menyetujui kebijakan work from home dan school from home. Surat edarannya sudah diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Tenaga Kerja,” ujar Pramono seperti dikutip dari Antara.

Sejak Jumat (23/1) hingga Sabtu pagi, banjir masih terjadi di banyak titik di Jakarta akibat hujan deras dan luapan sungai. Tercatat lebih dari 125 hingga 143 rukun tetangga (RT) terdampak di wilayah Jakarta Selatan, Barat, Timur, Utara, hingga Jakarta Pusat.

Di sejumlah lokasi, ketinggian air bahkan mencapai sekitar 1,2 meter. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan utama tergenang, memicu gangguan transportasi dan kemacetan panjang.

Pemprov DKI Jakarta pun mengimbau masyarakat untuk bekerja dan belajar dari rumah hingga minimal 27 Januari 2026, guna menjaga keselamatan warga serta mengurangi kepadatan lalu lintas. Aparat kepolisian bersama tim SAR telah diterjunkan untuk membantu pengaturan lalu lintas, proses evakuasi, serta pengamanan warga terdampak banjir.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas tinggi masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini membuat risiko genangan dan luapan sungai di Jakarta masih perlu diwaspadai.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru