Loading
Arsip foto - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi/am.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kembali menegaskan posisi pers sebagai salah satu fondasi utama demokrasi Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut, pers yang profesional dan berintegritas menjadi kunci menjaga arah bangsa di tengah derasnya arus informasi.
"Pers yang profesional, kredibel, dan berintegritas adalah pilar penting demokrasi dan kehidupan berbangsa," ucap Seskab Teddy dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Senin (9/2/2026).
Dalam konfirmasi kepada Antara, Rabu (9/2/2026), Teddy menyampaikan apresiasi mendalam kepada insan pers yang selama ini terus bekerja menyajikan informasi bagi publik. Menurutnya, dedikasi jurnalis tidak hanya memperkaya ruang demokrasi, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang beredar.
Ia berharap media dan jurnalis tetap memegang teguh prinsip akurasi, keberimbangan, serta berpihak pada kebenaran. Di tengah situasi sosial dan politik yang dinamis, pers dipandang memiliki tanggung jawab besar sebagai penuntun akal sehat publik.
"Selamat Hari Pers Nasional ke-80," kata Seskab Teddy.
Puncak HPN 2026 di Banten
Perayaan HPN tahun ini dipusatkan di Kota Serang, Banten, dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.” Tema tersebut menegaskan keterkaitan antara kualitas pers, kemandirian ekonomi, dan ketangguhan bangsa.
Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 6 hingga 9 Februari 2026. Beragam agenda digelar untuk mendekatkan pers dengan masyarakat, mulai dari pentas budaya, pameran UMKM, bakti sosial, hingga kegiatan jalan sehat yang melibatkan berbagai elemen publik.
HPN sendiri diperingati setiap 9 Februari berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985. Tanggal tersebut sekaligus menandai hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946 di Surakarta—tonggak penting sejarah pers nasional.
Momentum HPN 2026 diharapkan tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa masa depan demokrasi sangat bergantung pada pers yang sehat, independen, dan berani menjaga kebenaran.