Selasa, 27 Januari 2026

Ini Tiga Misteri Iman yang Kita Rayakan saat Kamis Putih


  • Kamis, 09 April 2020 | 15:30
  • | News
 Ini Tiga Misteri Iman yang Kita Rayakan saat Kamis Putih Ilustrasi: Paus Fransiskus membasuh kaki salah satu napi meneladani Yesus pada perjamuan terakhir adalah membasuh kaki para murid. (Net)

KAMIS PUTIH adalah hari pertama dari Tri Hari Suci Paskah. Kamis Putih ini menandai dimulainya Triduum Paskah. Pada hari ini kita merayakan kembali perjamuan Malam Terakhir yang dilakukan Yesus bersama 12 Rasul.

Dikatakan sebagai perjamuan terakhir karena pada malam itu Yesus dikhianati oleh murid-Nya, Yudas Iskariot. Malam itu, Yesus menunjukkan kasih-Nya hingga rela kehilangan nyawa bagi seluruh manusia di dunia. Pada malam itu Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya pada Bapa di surga dalam wujud roti dan anggur yang diberikan kepada para rasul untuk memberi kekuatan bagi mereka. Yesus juga meminta apa yang Dia lakukan malam itu terus dilakukan oleh para pengikut-Nya.Perayaan pada Hari Kamis dalam Pekan Suci ini disebut Kamis Putih karena warna liturgi hari itu didominasi warna putih. Imam mengenakan kasula (jubah luar) berwarna putih. Bunga-bunga penghias altar juga didominasi warna putih. Warna putih ini melambangkan kemuliaan dan kesucian.

Dalam Kamis Putih, ada tiga hal misteri iman yang kita rayakan. Ketiga misteri iman tersebut adalah:

A. Teladan MelayaniSalah satu hal yang dilakukan Yesus pada perjamuan terakhir adalah membasuh kaki para murid. Menurut tradisi Yahudi, membasuh kaki adalah salah satu bentuk penghormatan pada seseorang yang mempunyai status atau jabatan lebih tinggi atau lebih terhormat. Kaki adalah anggota tubuh yang terletak paling bawah dan biasanya paling kotor. Kaki juga penyangga seluruh tubuh kita dan dapat membantu seluruh tubuh untuk dapat bergerak.

Membasuh kaki adalah kewajiban para pelayan. Melalui peristiwa ini, Yesus mau mengajarkan mengenai penghormatan dan teladan melayani, serta mengajarkan kita untuk memperhatikan mereka yang berada paling bawah, tanpa memandang kasta. Dengan teladan pembasuhan kaki ini, Yesus juga ingin mengajarkan bahwa pada dasarnya semua manusia itu sama di mata Tuhan, memiliki hak dan martabat yang sama, sehingga karena persamaan itulah semua manusia diharap dapat saling melayani dengan penuh kasih.

Dalam bahasa Inggris tradisional, hari Kamis Putih ini disebut Maundy Thursday. Sebutan itu diambil dari antifon pertama upacara pembasuhan kaki yang dalam bahasa Latin berbunyi: “Mandatum Novum” atau perintah baru: “Aku memberi perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi” (Yoh 13:34).

B. Pelembagaan Awal Mula EkaristiMisa atau perayaan Ekaristi adalah warisan Yesus sendiri. Setiap kali kita mengikuti Misa, bagian Doa Syukur Agung sebenarnya mengenangkan kembali apa yang dilakukan Yesus pada perjamuan malam terakhir. Pada bagian konsekrasi dalam Doa Syukur Agung, Yesus mempersembahkan tubuh dan darah-Nya, dalam rupa roti dan anggur, sebagai salah satu sarana pengampunan dan kehidupan serta keselamatan kekal bagi umat manusia. Yesus telah menganugerahkan hidup-Nya sendiri, agar kita mampu mengabdi Tuhan dan menolak semua godaan setan. Dengan memberikan tubuh dan darah-Nya kepada kita, kita semua hidup karena Dia dan oleh Dia.

C. Inisiasi Imamat Para ImamKamis Putih ini juga merupakan pesta imamat bagi para Imam. Mengapa demikian? Karena Pada perjamuan terakhir inilah untuk pertama kalinya Yesus mewujudkan peran-Nya sebagai imam. Pada Perjamuan Malam Terakhir, Yesus juga meletakkan dasar sakramen Imamat. Yesus memilih para rasul-Nya sebagai imam-imam dan uskup-uskup pertama, serta memberi mereka kuasa untuk mempersembahkan kurban Misa.

Pada pagi hari Kamis dalam minggu suci ini (atau pada hari lain yang masih berdekatan dengan itu), para imam yang ada di suatu keuskupan akan berkumpul di Katedral atau di gereja lain yang ditunjuk untuk bersama-sama memperbaharui janji imamat mereka. Pada kesempatan yang sama, akan diberkati pula minyak-minyak yang akan digunakan untuk sakramen krisma, sakramen perminyakan orang sakit dan katekumen. Minyak yang telah diberkati dalam Misa ini akan dibawa pulang ke gereja paroki atau stasi tempat para imam bertugas. Karena Kamis Putih merupakan juga peringatan inisiasi imamat, seluruh Imam wajib mempersembahkan misa pada hari tersebut.

Betapa banyak hal yang ternyata kita peringati pada hari Kamis Putih. Hari yang ditandai dengan warna putih yang menunjukkan kemuliaan ini juga menjadi awal bagi banyak hal. Meski di hari berikutnya Yesus menjalani penderitaan, kita dapat terus percaya bahwa Yesus telah meninggalkan warisan terbaik untuk kita.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru