JAKARTA, ARAHKITA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan dana siap pakai (DSP) penanganan banjir sebesar Rp350 juta untuk Provinsi Riau, dan Rp250 juta untuk 10 wilayah kabupaten/kota.
Sementara itu, bantuan pangan dan non-pangan yang diberikan BNPB berupa makanan siap saji 500 paket, sembako 500 paket, selimut 500 buah, matras 500 buah, hygiene kits 500 paket, sabun cair 500 botol, tower lamp 5 unit, pompa alcon 5 unit, tenda keluarga 4 unit, tenda pengungsi 2 unit, genset 2 unit, perahu dan mesin 2 unit,
Pemerintah daerah yang menerima bantuan pangan dan non-pangan yaitu Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, Kampar, Kepulauan Meranti, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, Inhu dan Kota Pekanbaru.
Bantuan DSP tersebut diserahkan oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edy Afrizal, secara simbolis usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Penanganan Darurat Bencana Banjir di Provinsi Riau. Demikian keterangan yang diterima Redaksi, Jumat (19/1).
Suharyanto mengatakan, masih ribuan masyarakat yang mengungsi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau per Rabu (17/1) total warga mengungsi berjumlah 2.523 KK (9.930 jiwa). Pengungsian tersebar di enam kabupaten, yaitu Pelalawan, Rokan Hilir, Inhu, Dumai, Bengkalis dan Siak.
Dari pantauan udara saat mengunjungi Provinsi Riau, Suharyanto melihat dampak banjir juga mengakibatkan terganggunya akses jalan penghubung provinsi mulai dari Sumatra Utara, Sumatra Barat sampai ke Provinsi Riau, ada yang tergenang air. Menurutnya, ini membutuhkan penanganan secara komprehensif.
"Warga terdampak rata-rata sudah mengungsi lebih dari satu minggu. Kita mengharapkan banjir dapat segera surut dan masyarakat dapat beraktivitas normal kembali," katanya.