Selasa, 10 Februari 2026

Tak Ajukan Banding, PSSI Terima Sanksi AFC terkait Insiden Futsal


 Tak Ajukan Banding, PSSI Terima Sanksi AFC terkait Insiden Futsal Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan menerima sanksi denda dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait insiden pada ajang futsal internasional. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan federasi tidak akan mengajukan banding dan memilih menjadikan keputusan tersebut sebagai bahan evaluasi.

Arya menjelaskan, sanksi itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab PSSI sebagai induk organisasi futsal nasional. Menurutnya, masih banyak publik yang belum memahami bahwa pengelolaan dan pembiayaan futsal Indonesia berada langsung di bawah naungan PSSI.

“Benar, PSSI yang kena sanksi dan kita terima. Ini sekaligus supaya publik paham bahwa futsal itu di bawah PSSI, termasuk soal pembiayaannya,” ujar Arya saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, PSSI telah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk mendukung tim nasional futsal, termasuk saat berlaga di Piala Asia Futsal.

“Pembiayaan futsal kemarin di Piala Asia itu besar dan semuanya kita tanggung,” katanya.

Rincian Denda dari AFC

Berdasarkan keputusan Komite Disiplin AFC, PSSI dijatuhi total denda 14.000 dolar AS atau sekitar Rp235 juta. Denda tersebut berasal dari beberapa pelanggaran keamanan yang terjadi sepanjang turnamen.

PSSI didenda 3.000 dolar AS karena adanya individu yang memasuki lapangan dan area teknis tanpa akreditasi usai laga Indonesia melawan Korea Selatan pada 27 Januari 2026. Pelanggaran serupa kembali terjadi setelah pertandingan yang sama, sehingga AFC kembali menjatuhkan denda 3.000 dolar AS.

Selain itu, AFC mengenakan sanksi 5.000 dolar AS karena PSSI dinilai tidak optimal dalam menjalankan kewajiban pengamanan dan pencegahan keselamatan penonton. Terakhir, denda 3.000 dolar AS kembali dijatuhkan akibat lima penonton masuk ke area lapangan dalam laga Iran kontra Afghanistan pada 1 Februari 2026.

Saat ditanya kemungkinan banding, Arya memastikan PSSI tidak akan menempuh jalur tersebut.

“Enggak lah. Kita terima saja dan jadikan pelajaran,” tegasnya.

Persiapan Timnas Senior dan Agenda Padat 2026

Selain membahas futsal, Arya juga memaparkan perkembangan persiapan tim nasional senior menjelang agenda FIFA Series yang direncanakan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Pelatih kepala John Herdman disebut tengah aktif memantau pemain, baik yang bermain di kompetisi dalam negeri maupun luar negeri.

“Pelatih sudah keliling, mantau Super League dan pemain di luar negeri juga. Setelah selesai, pasti ada masukan ke kita,” jelas Arya.

Namun hingga kini, Herdman belum menyampaikan laporan resmi terkait hasil pemantauan di Eropa maupun potensi pemain baru yang akan dipanggil.

“Belum, tunggu saja,” ujar Arya singkat.

Terkait format FIFA Series, Arya menegaskan bahwa seluruh mekanisme pertandingan sepenuhnya ditentukan oleh FIFA. Indonesia disebut berpeluang menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga awal, sementara pertandingan lain mempertemukan Bulgaria dan Kepulauan Solomon, dengan pemenangnya akan menghadapi Indonesia.

Arya juga mengakui padatnya kalender sepak bola nasional sepanjang 2026, mulai dari ajang AFF, Piala Asia kelompok umur, hingga FIFA Matchday.

“Agenda tahun ini padat sekali. Banyak banget, sampai pusing juga atur jadwalnya,” pungkasnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Olahraga Terbaru