Loading
Personel satpam bernama Khoirul Anam (kiri) meraih rekor MURI atas capaiannya menghasilkan 13 karya ilmiah. ANTARA/HO-PKSS
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Siapa bilang profesi satpam hanya identik dengan seragam, pos jaga, dan rutinitas pengamanan? Khoirul Anam membuktikan sebaliknya. Personel satuan pengamanan ini sukses menorehkan prestasi nasional dengan meraih Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah menghasilkan 13 karya ilmiah yang diakui secara akademik.
Karya-karya Anam tidak sekadar tulisan biasa. Sebagian telah terbit di jurnal nasional dan internasional, sementara lainnya dibukukan dengan International Standard Book Number (ISBN) dan tercatat di Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Capaian tersebut menjadikannya sosok langka di dunia pengamanan profesional.
“Bagi saya, menulis adalah cara untuk terus belajar tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama sebagai satpam. Justru dari kedisiplinan dalam bertugas, saya belajar konsistensi dalam berkarya,” ungkap Anam, personel PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) yang bertugas di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/2/2026).
PKSS sendiri merupakan anak perusahaan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (YKP BRI) dan Dana Pensiun BRI yang fokus pada pengelolaan tenaga pengamanan profesional.
Dari Buku Mutasi ke Karya Akademik
Kecintaan Anam pada dunia tulis-menulis bermula dari hal sederhana. Sejak 2019, ia terbiasa mencatat detail tugas di buku mutasi satpam. Kebiasaan dokumentasi itulah yang perlahan berkembang menjadi tulisan lebih sistematis, hingga akhirnya bertransformasi menjadi karya ilmiah.
Di tengah jadwal kerja yang padat, Anam tetap menempatkan tugas pengamanan sebagai prioritas. Berbekal pendidikan hingga jenjang S2, ia membagi waktu dengan disiplin ketat. Waktu luang setelah pergantian shift dimanfaatkan untuk menulis, sementara kegiatan perkuliahan ia jalani pada akhir pekan agar tidak mengganggu pekerjaan.
Ketekunan itu berbuah manis. Selain pengakuan dari MURI, Anam juga mendapat apresiasi langsung dari manajemen perusahaan. Direktur Bisnis PT PKSS Moh. Harsono menyerahkan penghargaan secara langsung di kantor PKSS.
“PKSS mengapresiasi dedikasi ini sebagai bagian dari komitmen kami membangun SDM yang unggul dan berintegritas,” ujar Harsono dikutip Antara.
Inspirasi bagi Dunia Pengamanan
Prestasi Anam menjadi bukti bahwa profesionalisme satpam tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan, tetapi juga dari kemauan untuk berkembang. Ide, pengetahuan, dan karya ilmiah yang ia hasilkan menunjukkan bahwa setiap profesi memiliki ruang untuk memberi dampak lebih luas.
PKSS menilai capaian tersebut sebagai cerminan keberhasilan pembinaan sumber daya manusia yang menekankan disiplin, profesionalisme, dan pengembangan diri berkelanjutan. Perusahaan berharap langkah Anam dapat memotivasi ribuan personel satpam lainnya untuk berani bermimpi lebih tinggi.
Harapannya sederhana namun kuat: profesi satpam tak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai pekerjaan mulia yang juga bisa melahirkan intelektual dan inovator. Anam telah membuktikannya—dari pos jaga, lahir karya dunia.