Selasa, 13 Januari 2026

Megawati: Kritik Pemerintah Harus Pakai Data, Jangan Cuma Modal Emosi


 Megawati: Kritik Pemerintah Harus Pakai Data, Jangan Cuma Modal Emosi Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berpidato saat rangka HUT ke-53 dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). ANTARA/HO-Humas PDIP/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberikan pesan kuat mengenai etika berpolitik di tengah dinamika kekuasaan saat ini. Dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan tahun 2026, Megawati mengingatkan bahwa fungsi pengawasan terhadap pemerintah tidak boleh dilakukan dengan kemarahan, apalagi serangan personal yang emosional. ​

Menurutnya, kritik yang bermartabat adalah kritik yang berpijak pada data akurat, fakta di lapangan, dan pengalaman nyata rakyat kecil. ​"Kritik kita harus berbasis data, pengalaman nyata rakyat, dan nilai ideologis, bukan provokasi emosional. Dengan cara itulah partai menjaga martabat politiknya," ujar Megawati di hadapan kader partai di Jakarta, Senin (13/1/2026).

​Bukan Musuh Personal, tapi Kritik Kebijakan

Megawati menekankan bahwa dalam sistem demokrasi, pemerintah bukanlah musuh pribadi. Ia menilai perjuangan politik seharusnya menjadi ajang adu gagasan dan kekuatan moral, bukan sekadar konfrontasi kosong yang justru menjauhkan politisi dari watak kenegarawanan.

​Sebagai partai penyeimbang, PDI Perjuangan memegang mandat untuk memastikan kebijakan negara tetap berpihak pada "Rakyat Marhaen" dan keadilan sosial. Megawati ingin diskursus politik nasional tidak lagi terjebak hanya pada angka pertumbuhan ekonomi atau stabilitas semata.​

"Kita harus bicara tentang keadilan sosial, kedaulatan pangan, energi, hingga kualitas demokrasi kita," tambahnya dikutip Antara.

Kembali ke Akar Rumput

Satu poin penting yang ditegaskan Presiden ke-5 RI ini adalah kemandirian partai. Ia mengingatkan para kader bahwa kekuatan PDI Perjuangan tidak boleh bergantung pada seberapa dekat mereka dengan lingkaran kekuasaan.

​Sebaliknya, marwah partai justru terletak pada kepercayaan dan kesadaran politik rakyat. Megawati ingin PDI Perjuangan menjadi rumah bagi masyarakat yang mencari keadilan, terutama saat institusi negara dirasa belum mampu memberikannya secara utuh.

​"Perjuangan partai harus dijalankan secara menyeluruh, mulai dari fungsi legislasi di parlemen hingga politik akar rumput yang emansipatoris," pungkasnya.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru