Etika Bersulang pada Pesta Pernikahan (2)


 Etika Bersulang pada Pesta Pernikahan (2) Etika bersulang pada pesta pernikahan sangatlah penting. (Net)

TRADISI bersulang awal mulanya dilakukan dengan ritual minum anggur. Tradisi ini kemudian digantikan dengan roti panggang oleh Roma. Diharapkan kesehatan dan kebahagiaan pasangan pengantin dan para tamu yang hadir pada pesta pernikahan terwujud. Apapun bentuknya, ritual bersulang ini telah menjadi bagian penting dari resepsi pernikahan itu sendiri.

Tradisi bersulang yang dilakukan pada saat pernikahan memiliki sejarah yang panjang. Bersulang pernikanan merupakan sebuah konsep yang sangat menarik. Bila bersulang pernikahan digelar secara resmi maka beberapa orang lain yang terlibat seperti orang tua, pengiring pengantin, kerabat, dan tamu merupakan daftar orang yang satu sama lain akan saling bersulang.

Nah terkait tradisi bersulang tersebut, Anda pun mesti kenali etika bersulang. Etika bersulang pada pesta pernikahan sangatlah penting. Untuk itu Anda dan pasangan sebelumnya perlu menjadwalkan waktu untuk acara bersulang yang terbaik pada pernikahan Anda.

Anda dan pasangan, juga harus menentukan urutan ritual bersulang dan biarkan itu diketahui toastmaster (pemandu acara) agar dia tahu kapan dia akan berbicara. Banyak pasangan biasanya melakukan ritual ini setelah memotong kue pengantin, ketika para tamu sudah banyak berkumpul.

toast-2

Agar ritual bersulang berjalan dengan baik dan lancar maka beberapa hal berikut perlu diketahui si toastmaster yang mengantar ritual tersebut.

1. Jauhkan roti panggang selama 3-5 menit dan tetap jaga kontak mata Anda dengan pasangan pengantin saat Anda ingin menyerahkan roti panggang tersebut.

2. Jika Anda ingin memberikan roti kepada pasangan pengantin, keluarga, kerabat, maupun para tamu undangan yang hadir, sebaiknya Anda harus berdiri.

3. Pastikan semua gelas terisi penuh dengan anggur sebelum ritual bersulang dimulai.

4. Sebelum ritual dimulai, pertama-tama si toastmaster mengumumkan hubungan pasangan pengantin kepada para tamu.

5. Toastmaster sebaiknya menggunakan anekdot pribadi sebagai pengantar yang menceritakan proses hubungan kedua pasangan. Atau, kisah hubungan Anda sebagai pembawa acara dengan pasangan.

6. Toastmaster juga sebaiknya menggunakan selera humornya ketika mengantar acara ritual bersulang.

7. Sebaiknya toastmaster jangan menyebut masa lalu pacar pasangan pengantin atau hubungan masa lalu lainnya. (Habis)

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru