Brexit tanpa Kesepakatan Cederai Kepentingan Rakyat, Begini Komentar Menkeu Inggris


 Brexit tanpa Kesepakatan Cederai Kepentingan Rakyat, Begini Komentar Menkeu Inggris Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond. (Net)

LONDON, ARAHKITA.COM - Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond mengatakan Brexit tanpa kesepakatan akan mencederai kepentingan rakyat Inggris, meski menolak berkomentar mengenai respons pemerintah bila parlemen menolak mendukung rencana Brexit-nya, Kamis (10/1/2019).

Dengan kurang dari tiga bulan menjelang tenggat waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE), parlemen Inggris pada Rabu memulai sidang lima hari yang membahas kesepakatan Perdana Menteri Inggris Theresa May dengan UE jelang pemungutan suara di majelis rendah Selasa depan.

May menolak mundur dari kesepakatan yang dia buat, yang menetapkan hubungan erat perdagangan dengan UE setelah meninggalkan blok itu pada Maret mendatang, memicu pemungutan suara parlemen yang diperkirakan membuatnya kalah.

"Saya yakin bahwa pekerjaan saya adalah untuk menjaga kemakmuran dan kepentingan rakyat Inggris dan saya memastikan bahwa keluar tanpa kesepakatan tidak menjadi tujuan pemerintah," kata Hammond di jamuan tahunan yang digelar produsen pesawat Eropa Airbus.

Para anggota parlemen Inggris para Rabu pagi meminta pemerintah menerapkan rencana B dalam beberapa hari jika kesepakatan May untuk meninggalkan UE ditolak parlemen.

Ditanya mengenai cara pemerintah menghindari Brexit tanpa kesepakatan, Hammond mengatakan kepada Reuters dilansir Antara, "Kami bersikeras untuk mendapatkan kesepakatan. Kami butuh kesepakatan yang memungkinkan kita untuk melanjutkan kerja sama dan melakukan proses keluar yang baik dan terarah dan kami akan memastikannya." Sekutu-sekutu May mengatakan tidak ada rencana B yang akan menghentikan kebuntuan parlemen.

Hammond berbicara setelah kepala eksekutif Airbus Tom Enders meningkatkan tekanan di jajaran pengambil keputusan untuk mengakhiri berbulan-bulan ketidakpastian mengenai istilah keluarnya Inggris.

Airbus, yang mempekerjakan 14.000 pegawai di Inggris dan membuat sebagian besar sayap pesawat komersialnya di negara itu, telah mengucurkan triliunan rupiah untuk rencana cadangan termasuk menyetok suku cadang tambahan untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman di perbatasan.

"Yang kami dan banyak bisnis Inggris inginkan adalah, bersatunya para politikus dari semua kubu dan meloloskan kesepakatan pragmatis yang memungkinkan Brexit yang terarah," kata Enders di hadapan Hammond dan para politikus yang menghadiri jamuan itu.

"Kami tidak melihat ada keuntungan tertentu di kesepakatan saat ini. Ini lumayan daripada tidak ada kesepakatan sama sekali," lanjutnya.

Brexit keras tanpa kesepakatan bisa berimbas pada masa depan investasi Airbus di Inggris, papar Enders, mengulang peringatan sebelumnya.

Merespons pidato Enders, Hammond mengatakan pekerjaan pemerintah Inggris adalah memastikan "keberlangsungan bisnis Anda di negara ini di masa depan." Airbus berencana menetapkan Brexit tanpa kesepakatan sebagai skenario patokan mereka, menurut sebuah memo pegawai pada November.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru