Loading
Ilustrasi - Perdagangan internasional (freepik.com/ shutterdin)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Dunia perdagangan internasional kini tak lagi sama. Jika dulu para eksportir dan importir sangat bergantung pada Letter of Credit (LC) yang prosedurnya cukup panjang, kini era baru telah tiba. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat adanya pergeseran besar menuju skema non-LC yang serba digital.
Digitalisasi: Dari Kurir ke Klik
Menurut Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, efisiensi menjadi alasan utama perubahan ini. Era kirim-mengirim dokumen fisik lewat kurir yang memakan waktu mulai ditinggalkan. Sekarang, urusan penagihan cukup dilakukan lewat layar gawai.
Baca juga:
Kolaborasi PT Sarinah-LPEI-Indonesia Eximbank Wujudkan Ekspor Perdana Ikan Tuna ke Vietnam"Eksportir dan importir kini bisa sepakat untuk melakukan penagihan secara daring. Mulai dari unggah dokumen pengapalan, faktur (invoice), hingga memantau jadwal pembayaran, semuanya transparan, cepat, dan aman," jelas Suharyanto dalam keterangannya di Jakarta (12/1/2026).
3 Tantangan Besar di Pasar Global
Namun, kemudahan digital bukan tanpa hambatan. Herry Hykmanto, Chairman ICC Banking Commission Indonesia, mengingatkan ada tiga tantangan besar yang tengah membayangi perdagangan modern:
Tetap Aman dari Risiko Gagal Bayar
Menghadapi dinamika ini, pelaku usaha dituntut cerdas mengelola risiko. LPEI menawarkan solusi lewat Trade Credit Insurance (TCI). Produk asuransi ini melindungi eksportir dari risiko gagal bayar oleh pembeli (buyer) luar negeri dengan ganti rugi (indemnity) hingga 90 persen dikutip Antara.
Tak hanya untuk eksportir, LPEI juga menggandeng perbankan melalui produk Penjaminan Kredit. Dengan status sovereign, penjaminan dari LPEI memberikan manfaat perhitungan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) yang sangat rendah (0-20%). Hal ini membuat bank lebih leluasa menyalurkan kredit ekspansi bagi para pelaku ekspor.
Pergeseran tren ke arah digital adalah peluang emas. Dengan mengombinasikan teknologi digital dan instrumen proteksi yang tepat, produk Indonesia akan semakin kompetitif dan tangguh di pasar internasional.