​Ramalan Harga Bitcoin 2026: Antara Peluang Cuan Gede dan Risiko Volatilitas


 ​Ramalan Harga Bitcoin 2026: Antara Peluang Cuan Gede dan Risiko Volatilitas Ilustrasi - Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Memasuki awal tahun 2026, pasar kripto tampaknya sedang berada di persimpangan jalan. Meski sempat mengalami fluktuasi tajam, aset kripto nomor satu di dunia, Bitcoin (BTC), diprediksi masih menyimpan potensi "ledakan" harga yang menggiurkan sepanjang tahun ini.

​Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyebut bahwa meski prospeknya menjanjikan, investor harus siap menghadapi "drama" volatilitas yang masih tinggi. Menurutnya, pergerakan Bitcoin kini tak lagi sekadar soal tren media sosial, melainkan sudah sangat bergantung pada kebijakan ekonomi global.

​Antara Rp1,25 Miliar hingga Rp3,77 Miliar

​Berapa sebenarnya harga Bitcoin di tahun 2026? Para pelaku industri mematok angka yang sangat lebar. Di skenario paling optimis, Bitcoin diramal bisa melesat hingga 225 ribu dolar AS (sekitar Rp3,77 miliar). Namun, bagi mereka yang lebih konservatif, angka 75 ribu dolar AS (Rp1,25 miliar) dianggap sebagai batas bawah yang realistis.

​"Beberapa lembaga memperkirakan Bitcoin bisa anteng di kisaran 120 ribu hingga 170 ribu dolar AS pada paruh kedua 2026. Syaratnya? Suku bunga global turun dan aturan kripto di AS semakin jelas," ungkap Fyqieh dikutip Antara.

​Wajah Baru Pasar Kripto: Lebih Matang, Tapi Tetap "Goyang"

​Ada yang berbeda dari siklus kali ini. Fyqieh menjelaskan bahwa struktur pasar 2026 sudah jauh lebih dewasa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kini, pemain besar (institusi) dan produk investasi seperti ETF Bitcoin menjadi penggerak utama.

​Artinya, permintaan Bitcoin kini punya basis yang lebih luas. Namun di sisi lain, pasar menjadi sangat sensitif terhadap rilis data ekonomi dari Amerika Serikat, seperti data inflasi (CPI) dan laporan tenaga kerja (JOLTS).

​Kondisi Terkini: Konsolidasi di Level Psikologis

​Per hari Senin (12/1), Bitcoin terpantau parkir di level 91.522 dolar AS. Meski sempat "terpeleset" di bawah angka 90 ribu karena aksi ambil untung (profit taking) dan arus keluar dana dari ETF, tren jangka menengah dianggap masih aman.

​"Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level psikologis 90 ribu dolar AS, kita sebenarnya sedang berada di fase konsolidasi, bukan penurunan tren," tambah Fyqieh.​Bagi Anda yang ingin masuk ke pasar, kuncinya satu: pantau arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Jika likuiditas kembali longgar, bukan tidak mungkin Bitcoin akan kembali mencetak sejarah baru di tahun 2026.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru