Curanmor Ancam Warga, Kapolrestabes Surabaya Perintahkan Tindakan Tembak di Tempat


 Curanmor Ancam Warga, Kapolrestabes Surabaya Perintahkan Tindakan Tembak di Tempat Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Setiawan (kiri) meninjau barang bukti motor curian. (Antara)

SURABAYA, ARAHKITA.COM – Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Kapolrestabes) Surabaya Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan menginstruksikan jajarannya untuk bertindak tegas terhadap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), khususnya jika aksi mereka mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Luthfie saat kegiatan Bazar Pengembalian Barang Bukti di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/1/2026).

“Saya sudah perintahkan Kasat Reskrim, jangan ragu-ragu. Kalau pelaku curanmor membahayakan petugas dan masyarakat, lakukan tindakan tegas dan terukur,” ujar Luthfie.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut ditujukan untuk memberikan efek jera sekaligus melindungi warga dari maraknya aksi curanmor yang kerap disertai kekerasan.

“Pelaku yang membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat, tembak di tempat. Hentikan aksi kalian, atau kami yang akan menghentikan,” tegasnya seperti dikutip dari Antara.

Dalam kegiatan tersebut, Polrestabes Surabaya juga mengembalikan ratusan kendaraan bermotor hasil sitaan dari berbagai kasus, mulai dari curanmor hingga penertiban lalu lintas, kepada para pemilik sah.

Luthfie menjelaskan, dari total 1.050 unit kendaraan yang berhasil diamankan, 107 unit merupakan hasil pengungkapan terbaru sejak awal 2025 hingga Januari 2026 dan masih dalam proses identifikasi.

“Meski sebagian kendaraan mengalami kerusakan nomor rangka maupun mesin akibat ulah pelaku, kami tetap berupaya menelusuri dan menemukan pemilik aslinya,” jelasnya.

Ia memastikan seluruh proses pengambilan kendaraan dilakukan secara transparan dan gratis, tanpa pungutan biaya apa pun.

“Saya pastikan pelayanan ini tidak dipungut biaya. Kalau ada petugas yang meminta uang, tanyakan berapa jumlahnya, akan saya kembalikan sepuluh kali lipat. Ini komitmen kami melayani masyarakat,” ucapnya.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Polrestabes Surabaya juga membagikan alarm motor antimaling kepada warga. Sebanyak 200 unit alarm disiapkan, dengan 30 unit dibagikan langsung kepada warga yang beruntung dalam kegiatan tersebut.

“Ini bentuk upaya preventif. Total ada 200 alarm yang kami bagikan gratis kepada masyarakat,” katanya.

Polisi juga mengimbau warga yang kehilangan kendaraan agar segera mengecek data kendaraan di Mapolrestabes Surabaya dengan membawa dokumen kepemilikan seperti BPKB atau surat keterangan dari pihak pembiayaan.

Sementara itu, salah satu korban curanmor sekaligus penipuan bermodus lowongan kerja, Ayu Kemalia, warga asal Gresik, mengaku motornya hilang di kawasan Kutisari, Surabaya, pada 11 Desember 2025.

Ia menceritakan, pelaku berpura-pura mengajaknya bertemu terkait pekerjaan, lalu meminjam motornya dengan alasan mengambil berkas.

“Awalnya saya tunggu, tapi sekitar 10 menit kemudian baru sadar motor saya dibawa kabur. Kejadiannya tanggal 11 Desember,” ungkap Ayu.

Setelah mendapat informasi bahwa motornya ditemukan, Ayu bersama suaminya langsung mendatangi Mapolrestabes Surabaya.

Ia pun mengapresiasi kinerja kepolisian yang dinilai cepat dan responsif dalam menangani laporan curanmor.

“Saya sangat berterima kasih. Motor saya ditemukan hanya dua minggu setelah laporan. Pelayanan dari Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo dan Polrestabes Surabaya sangat sigap,” ujarnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru