Greenland Jadi Pemicu Tarif AS, Macron: Eropa Harus Kompak Melawan Tekanan


 Greenland Jadi Pemicu Tarif AS, Macron: Eropa Harus Kompak Melawan Tekanan Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua.

PARIS, ARAHKITA.COM — Presiden Prancis Emmanuel Macron melontarkan kritik keras terhadap ancaman tarif dari Amerika Serikat (AS) yang dikaitkan dengan isu Greenland. Dalam pernyataannya pada Sabtu, 17 Januari 2026, Macron menyebut langkah tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima.”

Macron menegaskan, bila ancaman tarif itu benar-benar dikonfirmasi, negara-negara di Eropa tidak akan bergerak sendiri-sendiri. Ia meyakini Eropa akan merespons secara bersatu dan terkoordinasi, agar tekanan semacam itu tidak menjadi preseden baru dalam hubungan internasional.

Melalui akun X miliknya, Macron juga menekankan posisi Prancis yang konsisten dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaan negara-negara. Karena prinsip itulah, Prancis memutuskan ikut terlibat dalam latihan yang digelar Denmark di Greenland.

Menurut Macron, sikap tersebut bukan sekadar simbol, melainkan pesan tegas bahwa Prancis dan Eropa tidak bisa didikte lewat ancaman ekonomi.

“Tidak ada intimidasi atau ancaman yang akan memengaruhi kami,” tegas Macron dilansir Antara.

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada hari yang sama mengumumkan rencana penerapan tarif baru. Trump menyatakan AS akan memberlakukan tarif 10 persen mulai 1 Februari untuk barang-barang dari sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—dengan alasan berkaitan dengan Greenland.

Tak berhenti di situ, Trump juga disebut akan menaikkan tarif menjadi 25 persen mulai awal Juni, kecuali tercapai kesepakatan yang membuka jalan bagi AS untuk membeli wilayah Greenland.

Greenland sendiri merupakan pulau terbesar di dunia dan berada dalam status wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark. Meski pemerintah setempat memiliki otonomi dalam sejumlah urusan domestik, Kopenhagen tetap memegang kendali atas pertahanan dan kebijakan luar negeri.

AS diketahui memiliki pangkalan militer di Greenland, menjadikan kawasan ini strategis secara geopolitik. Sejak kembali menjabat pada 2025, Trump berulang kali menyampaikan keinginannya agar AS bisa “menguasai” Greenland—pernyataan yang terus memantik kekhawatiran di Eropa.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru