Loading
Bocah laki-laki itu masih dalam kondisi kritis setelah diserang di dekat Shark Beach di pinggiran timur Sydney. (Foto: smh.com.au)
SYDNEY, ARAHKITA.COM - Suasana akhir pekan di Sydney mendadak berubah menjadi mimpi buruk. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun kini berjuang untuk hidup setelah mengalami serangan hiu di Sydney Harbour. Nyawanya bisa saja tak tertolong—kalau bukan karena keberanian teman-temannya, ditambah tindakan cepat polisi maritim yang memasang tourniquet di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.20, Minggu sore, di area batu karang yang sering dipakai untuk melompat ke air di sebelah barat Shark Beach, Nielsen Park, Vaucluse. Bocah tersebut sedang berenang bersama beberapa temannya—di luar area pantai yang dipagari jaring pengaman.
Tiba-tiba, seekor hiu menyerang dan menggigit kaki bocah itu. Dalam hitungan detik, air berubah panik. Namun yang luar biasa, teman-temannya tidak lari.
Teman Terjun ke Air, Lalu Menarik ke Batu Karang
Menurut keterangan pihak berwenang, salah satu teman korban langsung melompat ke air untuk membantu. Dua temannya yang lain menyusul, berusaha menarik tubuh korban menuju platform batu terdekat.
Saat berhasil dinaikkan ke batu karang, bocah tersebut sudah dalam kondisi parah dan sempat kehilangan kesadaran.
Beberapa saksi langsung menghubungi nomor darurat 000, dan tak lama kemudian kapal patroli polisi maritim yang sedang berkeliling—PolAir 41—tiba di lokasi.
Polisi Pasang Tourniquet di Kedua Kaki
Petugas dari Komando Area Maritim Kepolisian NSW segera melakukan pertolongan pertama. Salah satu polisi, Senior Constable John Morris, memasang tourniquet (perban pengikat) di masing-masing kaki korban. Langkah ini krusial untuk menghentikan pendarahan hebat.
Korban lalu diangkat ke atas kapal patroli. Namun kondisinya sudah gawat—disebutkan saat itu ia tidak memiliki denyut nadi, sehingga petugas segera melakukan CPR di atas kapal.
Kapal PolAir 41 melaju cepat menuju dermaga feri Rose Bay, tempat paramedis sudah menunggu.
Kapal Patroli Baru Jadi “Penentu” Waktu Emas
Kepolisian NSW menjelaskan, PolAir 41 merupakan kapal patroli cepat yang baru ditambahkan ke armada. Keunggulannya bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga desain haluan yang memungkinkan kapal mendekat ke platform batu karang, sehingga evakuasi bisa dilakukan tanpa buang waktu.
Mesinnya berkekuatan 600 tenaga kuda, memungkinkan perjalanan menyeberang ke Rose Bay berlangsung hanya dalam hitungan menit—waktu yang dianggap menjadi salah satu faktor penting yang menyelamatkan korban.
Komandan Komando Area Kelautan, Superintendent Joe McNulty, menyebut momen itu sangat mengerikan.
Ia mengatakan petugas tetap melakukan CPR sambil kapal melaju kencang. Penanganan cepat ini memberi bocah itu peluang untuk bertahan hidup.
Bocah Masih Koma Buatan, Jalani Operasi
Setibanya di dermaga feri Rose Bay, korban masih harus menjalani proses resusitasi. Petugas Ambulans NSW menyatakan tindakan di atas kapal adalah intervensi penyelamatan nyawa yang sangat jelas.
Korban sempat menerima beberapa transfusi darah sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Anak Sydney di Randwick. Di sana ia menjalani operasi pada hari yang sama dan kini masih berada dalam koma buatan.
McNulty mengatakan bocah itu kini dikelilingi keluarga dan teman-temannya, sementara doa publik tertuju kepadanya.
“Itulah Persahabatan Sejati”
Yang paling menyentuh dari kejadian ini bukan hanya respon polisi—melainkan keberanian anak-anak yang menjadi teman korban.
McNulty menyebut para teman korban menunjukkan nyali yang tak mudah dibayangkan. Mereka melihat luka parah yang mengerikan, namun tetap menolong.
“Mereka sangat berani… kurasa itulah persahabatan sejati,” katanya sebagaimana dilansir dari smh.com.au
Diduga Hiu Banteng: Agresif dan Suka Air Payau
Spesies hiu yang menyerang memang belum diidentifikasi secara resmi. Namun berdasarkan pola luka gigitan, pihak berwenang menduga pelakunya adalah hiu banteng besar.
McNulty menyebut hujan lebat yang mengguyur Sydney selama akhir pekan membuat air pelabuhan menjadi lebih payau dan keruh. Kondisi ini kerap dianggap “sempurna” untuk meningkatkan risiko serangan hiu—karena jarak pandang rendah dan hiu lebih mudah salah mengira objek bergerak sebagai mangsa.
Ia pun mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tidak berenang di pelabuhan atau sistem sungai NSW saat ini.
Aktivitas hiu banteng sendiri diketahui meningkat pada periode Januari–Februari. Hiu betina besar sering berenang ke muara dan melahirkan di perairan seperti Hawkesbury River dan Parramatta River. Hiu banteng dikenal agresif, teritorial, dan menyukai wilayah dengan campuran air tawar dan asin.
Serangan Hiu di NSW Bukan yang Pertama
Kasus ini menambah daftar insiden hiu yang belakangan membuat warga pesisir NSW makin waspada.Hampir dua tahun lalu, pendayung kayak Lauren O’Neill selamat dari serangan hiu banteng di Elizabeth Bay.
Pada September, Mercury Psillakis (57) meninggal dunia setelah digigit hiu saat berselancar di Long Reef Beach, pantai utara Sydney. Para peselancar saat itu juga melaporkan kemunculan hiu putih berukuran sekitar enam meter.
Lalu pada November, turis Swiss Livia Mühlheim (25) tewas diserang saat berenang bersama pasangannya di pantai terpencil wilayah Mid North Coast NSW. Pihak berwenang percaya pelakunya adalah hiu banteng dewasa dengan panjang sedikitnya tiga meter.