Eks Pangeran Andrew ditangkap polisi Inggris terkait dugaan pelanggaran jabatan publik usai pengungkapan terbaru dokumen Jeffrey Epstein. (Beritasatu.com)
LONDON, ARAHKITA.COM — Pemerintah Inggris dikabarkan tengah mengkaji langkah hukum untuk menghapus mantan Pangeran Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi Kerajaan Inggris. Wacana ini mencuat di tengah badai kritik publik dan tekanan politik, menyusul penangkapannya setelah muncul pengungkapan baru terkait mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual asal Amerika Serikat.
Sejumlah media Inggris, termasuk BBC, melaporkan bahwa pemerintah mempertimbangkan pengajuan undang-undang khusus agar Andrew—yang kini tak lagi menyandang gelar kerajaan aktif—dipastikan tidak pernah berpeluang naik takhta. Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga kredibilitas monarki di tengah sorotan publik yang kian tajam.
Tekanan politik pun datang dari lintas partai. Ed Davey, pemimpin Partai Demokrat Liberal, menegaskan bahwa isu ini layak dibahas serius di parlemen. Menurutnya, monarki tentu ingin memastikan sosok yang dibayangi kontroversi tidak mungkin menjadi raja di masa depan. Nada serupa disampaikan Stephen Flynn dari Partai Nasional Skotlandia (SNP), yang menyebut kemarahan publik wajar bila seseorang yang dinilai tidak jujur soal relasinya dengan Epstein masih tercatat dalam suksesi.
Baca juga:
Pangeran Andrew Ditangkap dalam Kasus Dugaan Pelanggaran Jabatan Publik, terkait Kasus EpsteinDari kubu Konservatif, Andrew Bowie menyatakan bahwa parlemen memiliki hak penuh untuk bertindak tegas. Jika terbukti bersalah, katanya, penghapusan Andrew dari garis suksesi adalah langkah yang tepat demi menjaga marwah institusi negara.
Sikap publik terlihat jelas dalam survei YouGov terbaru. Sebanyak 82 persen responden menyatakan Andrew seharusnya sepenuhnya dikeluarkan dari garis suksesi kerajaan, sementara hanya 6 persen yang berpendapat ia tetap berada di daftar tersebut. Angka ini memperkuat sinyal bahwa dukungan publik terhadap langkah tegas kian menguat.
Secara historis, perubahan garis suksesi bukan hal baru. Terakhir kali dilakukan melalui parlemen adalah pada 2013 lewat Succession to the Crown Act, yang memulihkan hak individu yang sebelumnya terhalang aturan pernikahan dengan pemeluk Katolik. Adapun sosok terakhir yang benar-benar dikeluarkan lewat undang-undang adalah Edward VIII, yang turun takhta pada 1936 demi menikahi Wallis Simpson.
Bantahan dan Latar Belakang Kasus
Pada Kamis lalu, Andrew (66) sempat ditahan oleh Kepolisian Thames Valley dan dibebaskan sekitar 11 jam kemudian. Aparat menyatakan penyelidikan telah dimulai terkait dugaan pelanggaran jabatan publik. Meski demikian, Andrew membantah melakukan pelanggaran hukum apa pun yang berkaitan dengan hubungannya dengan Epstein dilaporkan dan dikutip dari BBC.
Kepolisian Inggris sebelumnya mengonfirmasi bahwa mereka menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran sesuai prosedur. Andrew—adik kandung Charles III—pernah menjabat sebagai utusan dagang Inggris pada 2001–2011, sebelum mundur dari tugas kerajaan pada 2019 setelah relasinya dengan Epstein terungkap ke publik.
Dokumen Epstein yang baru diungkap menunjukkan bahwa pada Oktober 2010 Andrew diduga mengirimkan jadwal perjalanan dinas ke Singapura, Vietnam, Shenzhen, dan Hong Kong kepada Epstein. Bahkan, laporan resmi perjalanan tersebut disebut sempat diteruskan kembali tak lama setelah ia menerimanya. Fakta-fakta inilah yang kini menjadi bahan sorotan dan memicu kembali desakan agar posisinya dalam garis suksesi ditinjau ulang secara hukum.