Ilustrasi - Indonesia menunda pelaksanaan KTT D-8 2026 di Jakarta akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. (Kompasiana)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Indonesia memutuskan menunda pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 2026 yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April mendatang. Keputusan ini diambil seiring perkembangan situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih memanas.
Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Tri Tharyat, menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah mengirimkan surat resmi kepada negara-negara anggota D-8 untuk memberitahukan penundaan tersebut.
Dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (13/3/2026), Tri menjelaskan bahwa penundaan berlaku untuk seluruh rangkaian kegiatan KTT, termasuk pertemuan tingkat pejabat tinggi dan pertemuan para menteri luar negeri.
Baca juga:
China dan Pakistan Kompak Desak AS-Iran Gencatan Senjata, Minta Perundingan Damai Segera Dilanjutkan“Penetapan tanggal baru tentu akan dibahas lebih lanjut. Saat ini belum waktunya karena perkembangan situasi di Timur Tengah masih terus berlangsung,” ujarnya.
Diputuskan Setelah Konsultasi dengan Negara Anggota
Tri menegaskan bahwa keputusan penundaan tidak diambil secara sepihak. Pemerintah Indonesia telah melakukan konsultasi dengan Sekretaris Jenderal D-8, para komisioner, serta duta besar negara anggota organisasi tersebut.
Menurutnya, negara-negara anggota D-8 memahami kondisi global yang sedang tidak menentu, khususnya akibat meningkatnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Masukan dari negara-negara anggota juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan langkah diplomatik yang lebih hati-hati.
Indonesia Memimpin D-8 Periode 2026–2027
Indonesia saat ini memegang keketuaan D-8 untuk periode 2026–2027. Dalam masa kepemimpinan ini, Indonesia mengusung tema:
“Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama.”
Sebelumnya, Indonesia berencana menggelar KTT D-8 pada 15 April 2026 di Jakarta, yang akan diawali dengan sejumlah pertemuan tingkat pejabat tinggi dan menteri luar negeri.
Namun dengan situasi global yang belum stabil, agenda tersebut akhirnya diputuskan untuk ditunda hingga waktu yang dianggap lebih tepat.
Apa Itu D-8?
D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang beranggotakan delapan negara, yaitu:
Pada Desember 2024, Azerbaijan resmi bergabung sebagai anggota terbaru organisasi tersebut.
Konflik Timur Tengah Picu Ketegangan Global
Situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi dan warga sipil.
Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan tersebut juga berdampak pada jalur perdagangan global setelah Iran menutup Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia. Akibatnya, harga minyak global langsung melonjak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi internasional.
Dalam situasi seperti ini, Indonesia memilih mengambil langkah diplomatik yang lebih hati-hati dengan menunda KTT D-8 hingga kondisi global dinilai lebih kondusif.