Loading
Semur Jengkol Pedas. (ArahKita/Margaretha Purwati)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Jengkol adalah salah satu jenis makanan yang unik. Unik sebab buah ini mempunyai aroma yang sangat kuat. Bagi sebagian orang yang tidak menyukai jengkol akan menganggap aroma yang menyengat serasa sedang menghirup bau busuk. Sedangkan bagi penggemar sejati jengkol, disitulah kenikmatan dari jengkol, aroma jengkol yang menyengat hidung justru dianggap sebagai aroma pembangkit selera makan.
Itulah uniknya dari buah bernama latin Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum. Pohonnya dapat mencapai tinggi 26 meter.
Persoalan enak atau tidak enak dari si jengkol ini tidak akan habis diperbincangkan sebab ini adalah selera masing-masing orang.
Buah ini sebenarnya aman dikonsumsi manusia apabila dalam batas yang wajar atau tidak berlebihan. Sebab pada beberapa orang ada yang mengalami sakit jengkolan akibat makan jengkol, sedangkan bagi sebagian penikmat jengkol yang lainnya hampir tidak pernah mengalami jengkolan.
Apabila hampir tiap hari makan jengkol maka berakibat jarang buang air kecil. Keadaan ini berbahaya jika dialami terus-menerus karena dikemudian hari dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal. Itulah sebabnya apabila mengkonsumi jengkol nenek moyang kita menganjurkan untuk rajin minum air putih.
Mengapa bisa timbul sakit ginjal? Di dalam buah jengkol mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid (asam urat), apabila dalam konsentrasi tinggi cenderung menyebabkan kristal-kristal dalam urine manusia. Buang air kecil menjadi sedikit-sedikit, bahkan pada beberapa orang tidak bisa keluar karena mengalami retensi urine.
Jika jengkol dikonsumsi dengan porsi yang wajar maka kita akan mendapatkan manfaat dari buah berbentuk bulat gepeng ini. Dalam buah jengkol terkandung zat besi yang sangat penting bagi tubuh. Kekurangan zat besi diyakini dapat menyebabkan orang merasa sering lemah, letih, lesu, dan pucat. Jengkol juga mengandung kalsium dan fosfor yang dapat menjaga kesehatan tulang.
Intinya makanan di dunia ini apabila dikonsumsi secara berlebihan tidak baik bagi tubuh manusia. Makanlah segala sesuatu dengan porsi secukupnya.
Sebagian besar penduduk nusantara yang bermukim di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan (Kalsel, Kalteng), dan Sulawesi sangat menyukai jengkol. Mungkin salah satu alasannya adalah karena pohon jengkol banyak tumbuh subur di pulau ini, baik yang secara sengaja di tanam di kebun atau di pekarangan rumah, maupun yang tumbuh liar di hutan-hutan dekat perkampungan penduduk.
Buah jengkol yang masih muda dapat dijadikan lalap. Buah jengkoh muda ini di Jakarta disebut beweh. Beweh tidak perlu dimasak. Cukup dicuci bersih dan siap disantap. Beweh enak dimakan dengan sambal dan nasi panas. Pernah coba? Berani?
Buah jengkol yang sudah tua biasanya diolah menjadi beragam variasi hidangan. Biasanya ibu-ibu mengolahnya menjadi jengkol bumbu rendang, semur jengkol, dan jengkol bumbu balado. Ada pula yang memasaknya dari perpaduan dua bumbu utama yaitu bumbu semur dan bumbu balado
Tahukah kamu bahwa masakan jengkol tidak hanya dikenal di Indonesia. Di dunia ini ada 5 negara yang penduduknya menggemari masakan jengkol, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Myanmar.
Meskipun bau makanan ini tetap diburu para pencinta jengkol di dunia. Malaysia dan Thailand adalah negara yang sering mengimpor jengkol segar dari para petani di Indonesia.
Di Indonesia, harga jengkol di pasar tradisional kini tidak lagi murah. Harga normalnya hampir setara dengan seekor ayam broiler (ayam pedaging) yaitu berkisar Rp30.000 per kilogram. Sedangkan apabila stok persedian jengkol di pasaran langka maka harganya melambung sangat tinggi hingga setara harga daging sapi yaitu Rp120.000 per kilogram. Selain buahnya, sebenarnya daun yang muda juga dapat diolah menjadi lauk-pauk. Orang Manado dan Palu di Pulau Sulawesi biasa memasak daunnya dalam bambu bersama dengan daging ayam dan rempah-rempah segar. Bambunya dibakar dekat bara api yang sudah jadi arang. Namanya masakannya yaitu pangi. Daunnya sama sekali tidak bau. Hanya saja, butuh kesabaran saat mengolahnya sebab harus diiris tipis-tipis seperti irisan daun tembakau di pabrik rokok. Bagi yang sudah pernah coba makan pangi, pasti ketagihan.