Loading
Sejuknya hamburan air di Curug Ngebul Cianjur. (Wisata Alam Indonesia)
CURUG NGEBUL di Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Cianjur, menjadi obyek wisata favorit baru di Jawa Barat baik bagi turis domestik maupun mancanegara.
Tak banyak orang yang tahu ada curug seindah ini di tanah Sunda. Lokasinya cukup tersembunyi dan akses jalannya pun belum bisa dikatakan baik. Banyak dari mereka yang mengunjungi Curug Ngebul mendapatkan informasi dan referensi dari media sosial.
Perjalanan menuju Desa Bunijaya sungguh sangat indah dengan hamparan sawah terasering, sungai deras yang jernih, serta keramahan penduduk. Semua hal itu menyebabkan perjalanan menjadi tidak terasa berat.
Asal usul nama Curug Ngebul memiliki dua versi, jika menurut mitos konon dahulu terdapat seorang putri yang mandi dibawah air terjun ini dan tiba-tiba putri tersebut ngebul, sedangkan versi kedua dikarenakan derasnya aliran air yang menyebabkan timbulnya uap air sehingga terlihat ngebul atau berasap.
Curug Ngebul menawarkan suasana alami dengan pemandangan utama air terjun diantara tebing-tebing tinggi, menurut warga sekitar Curug Ngebul memiliki ketinggian sekitar 100 meter, karena belum pernah diukur jadi belum tahu pasti berapa ketinggiannya. Selain itu, suasana romantis juga bisa Anda dapatkan bila mengajak pasangan, tempat wisata ini juga sangat cocok bagi Anda yang menyukai suasana nyaman dan tenang.
Kondisi alam yang ada di lokasi air terjun masih sangat alami sekali, jauh dari rumah-rumah warga. Di sini juga masih banyak di tumbuhi semak dan pepohonan sehingga pemandangan di sekitar curug terlihat sangat hijau dan menyejukkan mata. Udaranya juga sangat dingin apalagi jika Anda datang di pagi hari. Kegiatan yang menjadi favorit para pengunjung yaitu wall climbing ke atas puncak curug. Jika Anda memiliki kemampuan dan nyali yang cukup maka tidak salah untuk mencobanya.
Harga tiket Curug Ngebul Rp7.500/orang, sedangkan untuk biaya parkir di area yang sudah disediakan Rp 5.000/motor. Untuk akses menuju Curug Ngebul bisa dengan menggunakan kendaraan roda empat, namun lebih disarankan menggunakan motor.
Dari jalan raya Pagelaran ke Desa Bunijaya sekitar 1,5 jam. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan kendaraan roda dua sekitar 1 jam, dan dilanjutkan lagi dengan jalan kaki sekitar 45 menit.
Rizki (23), seorang pemandu wisata, mengungkap bahwa puluhan wisatawan manca negara yang minta diantar ke Curug Ngebul yang berjarak 72 kilometer ke arah selatan Kabupaten Cianjur.
"Untuk wisatawan asing biasanya bersama pemandu dari Cianjur, minta diantar ke Curug Ngebul karena mendapat informasi dari media sosial seperti Instagram atau mencari di Google," katanya.
Sejak satu tahun terakhir, ungkap dia, setiap bulannya tercatat 25 orang wisatawan asing datang ke curug tersebut. Sedangkan wisatawan dari luar kota dan pulau mencapai ratusan orang setiap bulannya," kata Rizki.
Minimnya sarana dan prasarana serta infrastruktur yang layak, membuat jarak tempuh ke lokasi memakan waktu yang cukup lama karena tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Tinggal penataan dan pembangunan jalan yang layak agar jarak tempuh untuk sampai ke lokasi tidak memerlukan waktu yang lama. Saat ini, wisatawan yang membawa roda empat harus memarkir mobil empat kilometer sebelum lokasi dan melanjutkan dengan ojeg," katanya.
Ia menambahkan, pesona air terjun yang memiliki ketinggian 100 meter itu makin terasa dengan adanya beberapa danau di sekitarnya, yakni Situ Hiang atau Rawa Beber dan Situ Galuga yang berjarak lima kilometer.
"Untuk wisatawan yang datang selalu kami ajak ke dua situ tersebut, sebelum berlama-lama di Curug Ngebul yang memiliki sensasi berbeda dengan tempat wisata alam yang lainnya," kata Rizki.
Parman, pengelola Curug Ngebul yang berada di kawasan Perum Perhutani itu, mengatakan sejak dibuka untuk umum beberapa tahun lalu, curug tersebut banyak didatangi wisatawan lokal maupun manca negara.
"Mereka berlama-lama mandi di kolam berair jernih di bawah curug. Untuk saat ini, Curug Ngebul merupakan destinasi wisata baru di Cianjur," katanya.
Ia menambahkan Curug Ngebul menjadi salah satu favorit jika dilihat dari unggahan di media sosial yang memberi rekomendasi untuk datang ke curug dengan fenomena air yang jatuh dari ketinggian menyebar seperti asap.
Sementara seorang pengunjung asal Jakarta Pusat, Reni Apriani (32), yang datang mengunakan sepeda motor bersama empat orang temannya, merasa puas ketika sampai ke Curug Ngebul yang diketahuinya melalui media sosial Instagram.
Keindahan alam yang tersaji ketika sampai di lokasi diakui jauh lebih indah dari unggahan-unggahan warganet di media sosial.
"Meskipun jalan yang dilalui cukup ekstrem berbatu, namun saat sampai benar-benar puas. Air yang jatuh dari ketigggian menyebar seperti asap di sekeliling lokasi . Pokoknya rugi kalau para traveler belum datang ke Curug Ngebul," katanya.