Loading
Dankormar Mayor Jenderal TNI Endi Supardi. (Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI Endi Supardi mengungkapkan bahwa mantan prajurit marinir, Satria Arta Kumbara, menjadi tentara bayaran Rusia setelah terlilit utang ratusan juta rupiah dan terjerumus dalam judi online.
Endi menyebut, Satria memiliki total utang sekitar Rp750 juta dari pinjaman online serta pinjaman bank, termasuk dari BRI dan BNI. Utang tersebut diduga digunakan untuk membiayai gaya hidupnya yang terbilang hedon.
"Dia ada pinjam di pinjol, pinjaman di bank juga, nilainya sekitar Rp750 juta. Sepertinya untuk gaya hidup yang hedon," ujar Endi di Kesatrian Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis.
Karena kesulitan membayar utang, Endi akhirnya mencoba peruntungan dengan bermain judi online (judol). Niat hati uang hasil judol dipakai untuk membayar utang, Endi mengatakan Satria justru semakin merugi.
"Ternyata judi online ini kan tidak membantu, bahkan akan lebih terjerumus ke dalamnya," kata Endi dikutip Antara.
Endi melanjutkan, desakan itu membuat Satria ingin mencari uang dengan cara lain yakni dengan bergabung menjadi tentara bayaran Rusia.
Endi mengatakan Satria sudah tidak terlihat bertugas sejak 2022 dan akhirnya dipecat oleh TNI 2023. Beberapa tahun kemudian, Endi baru mengetahui bahwa Satria sudah bergabung dengan tentara bayaran Rusia dan kini sedang berperang.
Di tempat yang sama, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan pihaknya tidak ingin ikut campur tentang status kewarganegaraan Satria.
Pihaknya menyerahkan hal tersebut ke Kementerian Hukum dan Kementerian Luar Negeri.