Loading
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis (18/12/2025). ANTARA/Ilham Kausar.
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kepolisian Daerah Metro Jaya bergerak menindaklanjuti laporan dugaan teror yang dialami pemengaruh media sosial Ramon Dony Adam, yang dikenal publik dengan nama DJ Donny. Laporan tersebut kini telah resmi diterima dan masuk tahap penyelidikan awal.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihak kepolisian akan segera memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
“Laporan sudah kami terima. Selanjutnya akan dilakukan penyelidikan dan pengambilan keterangan dari saksi-saksi terkait,” ujar Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis (1/1/2026).
Meski demikian, Budi belum merinci waktu pemeriksaan saksi maupun perkembangan awal penyelidikan. Ia menegaskan bahwa laporan terkait dua aksi teror tersebut ditangani secara serius.
Sebelumnya, DJ Donny melaporkan bahwa rumahnya menjadi sasaran teror oleh orang tak dikenal sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan. Aksi pertama terjadi pada Senin (29/12/2025), saat bangkai ayam dikirim ke kediamannya. Teror kedua terjadi pada Rabu (31/12/2025) dini hari, ketika seseorang terekam kamera pengawas melemparkan bom molotov ke arah rumahnya.
“Kemarin rumah saya dikirimi bangkai ayam. Lalu dini hari sekitar jam 3, di CCTV terlihat ada orang yang melempar molotov ke rumah saya,” ungkap Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya.
Menurut Donny, peristiwa tersebut tidak hanya merugikan secara pribadi, tetapi juga membahayakan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.
“Kalau rumah saya saja yang kena mungkin masih bisa ditangani, tapi kalau sampai merembet ke rumah tetangga atau orang lain, itu bisa jadi masalah besar. Itu alasan saya akhirnya melapor ke polisi,” jelasnya.
Selain teror fisik, Donny mengaku kerap menerima ancaman melalui sambungan telepon maupun pesan di media sosial. Namun, ia menyebut sebagian ancaman verbal tersebut masih bisa diabaikan.
“Telepon dan pesan ancaman memang sering, tapi selama ini saya anggap biasa. Yang sekarang ini sudah masuk ke ranah membahayakan,” katanya.
Terkait pelaku dan motif teror, Donny menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Ia mengaku belum mengetahui siapa dalang di balik aksi tersebut.
Kasus ini kini ditangani oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku serta memastikan keamanan korban dan lingkungan sekitarnya, seperti yang dilansir dari Antara.