Sabtu, 29 Agustus 2026

S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade, BI: Bukti Kepercayaan Global Tetap Kuat


 S&P Pertahankan Rating Indonesia di Level Investment Grade, BI: Bukti Kepercayaan Global Tetap Kuat Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo. (BUniverse/Photo: Joanito De Saojoao)

JAKARTA, ARAHKITA.COM –Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, Indonesia kembali memperoleh kabar positif. S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, sehingga status Indonesia sebagai negara investment grade tetap terjaga. 

Bagi Bank Indonesia, keputusan ini bukan sekadar angka. Afirmasi tersebut menjadi sinyal bahwa dunia internasional masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap stabilitas ekonomi Indonesia sekaligus prospek pertumbuhan yang dinilai tetap kuat dalam jangka menengah. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, keputusan S&P mencerminkan kepercayaan para pelaku pasar dan investor global terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan dunia. 

"Hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan yang erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperkuat stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi," ujar Perry dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (14/7/2026). 

Menurut Perry, Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas ekonomisekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. 

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah akan terus diperkuat, terutama dalam menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional. 

Tak hanya itu, sinergi bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan terus dipererat demi menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperluas pembiayaan bagi berbagai program prioritas pemerintah dalam Asta Cita. 

Mengapa Rating BBB Penting? 

S&P Global Ratings pada Senin (13/7/2026) kembali mengafirmasi peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil. Peringkat tersebut menegaskan Indonesia tetap berada dalam kategori investment grade, yang menjadi salah satu indikator penting bagi investor global dalam menilai risiko investasi suatu negara. 

S&P menilai pelemahan beberapa indikator fiskal dan eksternal yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara. Kondisi tersebut diperkirakan akan membaik seiring semakin jelasnya arah kebijakan pemerintah dan implementasi berbagai program ekonomi. 

Lembaga pemeringkat itu juga memperkirakan penerimaan negara akan terus meningkat sepanjang tahun ini. Di sisi lain, penerimaan ekspor diprediksi membaik seiring pemulihan harga komoditas global. 

Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan memperkuat ekspor dari sektor sumber daya alam juga dinilai akan memberikan dampak positif dalam jangka menengah, terutama jika kebijakan dijalankan secara konsisten dan lebih mudah diprediksi. 

Peluang Rating Indonesia Naik 

S&P juga membuka peluang kenaikan peringkat kredit Indonesia apabila penguatan fundamental ekonomi terus berlanjut. 

Dari sisi fiskal, peningkatan rating dapat didukung oleh penurunan defisit anggaran secara berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, biaya pembiayaan yang lebih rendah, serta stabilitas nilai tukar rupiah dikutip Antara.

Sementara dari sisi eksternal, perbaikan indikator seperti penurunan utang luar negeri dan berkurangnya kebutuhan pembiayaan eksternal bruto akan menjadi faktor penting yang dapat mendorong kenaikan peringkat kredit Indonesia di masa mendatang. 

Keputusan S&P ini menjadi sinyal positif bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih dinilai kuat oleh lembaga pemeringkat internasional. Dengan koordinasi kebijakan yang terus diperkuat antara pemerintah dan Bank Indonesia, optimisme terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional diharapkan tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru