Loading
Berbicara melalui telepon saat aksi unjuk rasa tersebut berlangsung, penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyerukan kepada para pendukung untuk tetap bersatu dalam apa yang dia gambarkan sebagai perjuangan mengamankan kepulangan Maduro dan Flore
KARAKAS, ARAHKITA.COM — Gelombang aksi turun ke jalan menggema di sejumlah titik Kota Caracas, Venezuela, pada Rabu (14/1). Para pekerja dan kelompok pendukung pemerintah menggelar demonstrasi besar-besaran, menuntut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, segera dipulangkan ke tanah air.
Aksi ini dipicu kabar penahanan Maduro dan Flores oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari lalu. Bagi massa yang berkumpul, penahanan tersebut bukan sekadar isu politik internasional, melainkan pukulan serius terhadap kedaulatan Venezuela.
Di tengah kerumunan demonstran, Delcy Rodriguez yang bertindak sebagai penjabat presiden menyampaikan seruan melalui sambungan telepon. Ia meminta para pendukung pemerintah tetap solid dan tidak goyah menghadapi situasi yang disebutnya sebagai “perjuangan nasional”.
“Kita harus tetap bersemangat untuk membawa presiden dan ibu negara kembali ke Venezuela,” ujar Rodriguez dikutip Antara.
Tak hanya menekankan pentingnya persatuan, Rodriguez juga mendorong warga untuk terus menjaga arah perjuangan sosial-ekonomi negara. Ia menyebut pembangunan sosial dan pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan, meski Venezuela berada dalam tekanan besar.
Massa demonstran dilaporkan berpusat di Lapangan O’Leary, pusat Kota Caracas. Dalam kesempatan itu, Rodriguez kembali mengangkat isu solidaritas pekerja, sekaligus mengekspresikan keyakinannya terhadap Kongres Konstituen Kelas Pekerja Nasional yang baru digelar.
Menurutnya, kongres tersebut berpotensi melahirkan berbagai kebijakan dan undang-undang baru yang mengarah pada keadilan, inklusi, dan kesetaraan sosial.
Sementara itu, Wilis Rangel, Kepala Serikat Pekerja Sosialis Bolivarian Pusat, ikut menyuarakan tuntutan keras kepada AS. Ia meminta Maduro dan Flores segera dipulangkan, seraya menegaskan gerakan pendukung pemerintah tidak akan berhenti.
Rangel menyatakan mobilisasi akan terus dilakukan, baik di jalanan maupun di area kerja, sebagai bentuk tekanan politik sekaligus simbol perlawanan.
Sejumlah orator lain juga menegaskan narasi serupa: Venezuela harus tetap bersatu. Dalam pidato-pidato mereka, Maduro digambarkan sebagai pemimpin yang mengedepankan dialog, termasuk upaya pemerintah membuka jalur komunikasi diplomatik dengan negara-negara yang selama ini menjatuhkan sanksi kepada Venezuela.