Loading
Bupati Sorsel, Samsudin Anggiluli,SE,MAP meminta warga dan Kepala Kampung persiapan memenuhi sejumlah pesryaratan mendata jumlah penduduk kampung persiapan. (Arahkita/Engelberto)
TEMINABUAN, ARAHKITA.COM - Bupati Sorong Selatan (Sorsel) Samsudin Anggiluli,SE,MAP meminta warga dan Kepala Kampung persiapan memenuhi sejumlah pesryaratan mendata jumlah penduduk kampung persiapan yang telah pindah dari kampung induk ke kampung persiapan.kemudian harus memiliki batas wilayah yang jelas bagi kampung persiapan,lebih lanjut harus ada pembangunan di kampung persiapan dan harus memiliki warga yang telah berdomisili di kampung persiapan tersebut,” jelas bupati
Penyarataan bupati ini disampaikan saat meninjau Sarana Prasarana di kampung Atori, Keririf,Kamundan 1 dan kamundan II dan Tatap Muka dengan Warga Distrik Kokoda Utara.13/03/2020 bertempat dibalai Kampung Keririf. Distrik Kokoda Utara Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat.
Menjawab aspirasi masyarakat agar segera mendefenitifkan kampung persiapan bupati menjelaskan bahwa sejak dilantik 253 kepala kampung persiapan pada tanggal 28 Desember 2018 saat ini telah berjalan 1 tahun 2 bulan .
Dalam aturan pemerintah ketika hendak ditingkatkan statusnya menjadi kampung defenitif membutuhkan waktu 1 sampai 3 tahun dan harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya harus menyampaikan laporan secara aktif setiap enam bulan sekali,pelaporan ini bertujuan agar pemerintah daerah dapat mengetahui perkembangan pembangunan di masing masing kampung persiapan
“Hal ini agar kami tahu, selama 6 bulan itu kepala kampung persiapan sudah kerja apa,”ungkapnya
Baca juga:
Ganti Rugi Tanah Kantor Bupati Sorsel, Marga Anny Kembali Terima Rp5 Milyar dari Pemkab SorselHal hal lain yang juga harus dikerjakan bagi seorang kepala kampung diantaranya adalah mendata jumlah penduduk kampung persiapan yang telah pindah dari kampung induk ke kampung persiapan.kemudian harus memiliki batas wilayah yang jelas bagi kampung persiapan,lebih lanjut harus ada pembangunan di kampung persiapan dan harus ada warga yang telah berdomisili di kampung persiapan tersebut,” jelas Bupati
Jika semua hal ini sudah terpenuhi dan sudah ada aktifitas penduduk dan pemerintahanya barulah kami mengusulkan peraturan daerah ke Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Jika sudah memenuhi syarat Pemrintah Provinsi Papua Barat dan kementerian dalam negeri akan turun untuk melihat dan memeriksa secara langsung dan jika layak barulah akan di tingkatkan statusnya
“Kalau cuma Papan nama saja yang terpampang di lokasi dan tidak ada penduduk tentunya tidak bisa di mekarkan menjadi kampung defenitif,”tegasnya
Untuk itu dalam mempercepat pembangunan kampung persiapan haruslah ada dukungan dari warga masyarakat baik dengan swadaya maupun dari bantuan dari dana kampung Induk.
“Inilah peran dari kepala kampung persiapan cepat atau lambat peningkatan status menjadi defenitif ada ditangan kepala kampung induk dan kepala kampung persiapan serta warga masyarakat dalam bersinergi,”jelasnya.
Bupati juga menjelaskan aspirasi lainya terkait kekurangan tenaga guru dan Tenaga Kesehatan dan meminta warga untuk menjaga para guru dan tenaga medis di masing masing wilayah.
Dalam peninjauan sarpras umum Bupati juga melihat secara langsung Fasilitas Kantor Distrik Kokoda Utara,SMP Negeri Atori, SD YPK Hosana Kamundan 2,SD Satu Atap YPK Pniel Kamundan 1,serta rumah Ibadah Jemaat GKI Hosana Kamundan 2.dan melakukan dialog secara langsung dengan kepala kampung bersama aparat para pendidik serta siswa sisiwi SD maupun SMP Negeri 1 Atori.
Dalam arahannya saat bertatap muka dan dialog bersama Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MAP menjelaskan berbagai program pembangunan yang telah direalisasikan ditahun 2019 dan program pembangunan di tahun 2020.
Bupati juga menyampaikan terimah kasih kepada tokoh agama baik pendeta,guru jemaat,dan para ulama, ustads yang telah berperan dalam pembangunan mental spiritual memberikan pembinaan keagamaan kepada jemaat dan umatnya masing masing.
Bupati Sorong Selatan dan rombongan disambut dengan penyematan kain rumput dan tarian dari kepala kampung aparat kampung, para medis,guru serta siswa siswi SD dan SMP Negeri Atori Distrik Kokoda Utara.
Turut hadir dalam Kunjungan kali ini Asisten 2 Yohan Hendrik Kokurule,SE,Kepala Kantor Kementerian Agama Sorong Selatan Drs.DM Syaranamual,MPD,Anggota DPRD Kabupaten Sorong Selatan dari Dapil 3 Imekko H Kadir Anggiluli,SE, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sorong Selatan Yohan Bodori,S.Sos,Sekretaris Bappeda Sorsel Herit Anny,S.Sos,MSi, Kabag Tata Pemerintahan Hengky Saflafo,SIP,MAP,Kabag Pemerintahan Kampung Robi Tinopi,SH,MAP, Kabag Umum Hengky Meki Bleskadit,SE.