Loading
Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.A.P.N turut hadir dalam ritual adat Gorios mengusir serta mencegah masuknya wabah virus COVID-19 ke Kabupaten Sorong Selatan yang digelar Dewan Adat Suku Tehit (DAST). (Arahkita/Engelberto)
TEMINABUAN, ARAHKITA.COM - Dewan Adat Suku Tehit (DAST) Kabupaten Sorong Selatan melakukan ritual adat Gorios mengusir serta mencegah masuknya wabah virus COVID-19 ke Kabupaten Sorong Selatan yang dilakukan melalui sejumlah prosesi ritual yang dilakukan oleh sejumlah tua-tua adat di wilayah distrik Seremuk, Kamis (16/4/2020) di pertigaan ruas jalan Teminabuan Sorong dan Kampung Haha.
Dalam wawancara Ketua Dewan Adat Suku Tehit (DAST) Kabupaten Sorong Selatan Michael Momot,S.Pd menjelaskan bahwa ritual adat ini biasa disebut dengan nama Gorios yang mana suku Tehit menyebutkan bahwa Gorios adalah sejenis wabah atau sejenis penyakit yang mematikan.
Menurutnya pada jaman dahulu dikalangan tua tua adat sering kali melakukan ritual ini yang bertujuan untuk mengusir wabah penyakit.
Ditambahkanya bahwa saat ini tua adat atau guru guru wofle sudah berkurang dan punah sehingga dirinya menghubungi para guru adat ini dari wilayah Beraur Sorong yang mana juga merupakan serumpun dari Suku Tehit.
Dijelaskan juga bahwa dengan dilaksanakannya ritual adat Gorios ini virus COVID-19 tidak dapat masuk ke Kabupaten Sorong Selatan karena ini merupakan keyakinan warga setempat dan merupakan kearifan local yang telah tertanam sejak dahulu kala sebelum masuknya Injil oleh pendahulu dan orang tua tua kami.
Lebih lanjut dijelaskannya bahwa ketiiga pilar antara Adat, Agama dan Pemerintah seharusnya seiring sejalan dan yang terutama prosesi ritual adat ini juga merupakan cara warga masyarakat memuji kemuliaan Tuhan.
Sementara itu Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.A.P.N, sebelum prosesi dilakukan menjelaskan bahwa Bung Karno mengatakan bahwa budaya merupakan salah satu pilar utama strategis dalam berbangsa dan bernegara yang patut dilestarikan oleh karenanya dengan budaya hendaknya kita bersama membangun bangsa dan negara ini.
Dengan budaya kita bersatu dan dengan budaya bersama kita bergandeng tangan untuk membangun bangsa dan Negara yang besar ini.
Dewan Adat Suku Tehit (DAST) Kabupaten Sorong Selatan melakukan ritual adat Gorios mengusir serta mencegah masuknya wabah virus COVID-19 ke Kabupaten Sorong Selatan, Kamis (16/4/2020) di pertigaan ruas jalan Teminabuan Sorong dan Kampung Haha. (Arahkita/Engelberto)
Oleh karenanya dalam situasi Negara dalam keadaan siaga darurat bencana wabah COVID-19 dengan tiga pilar baik Pemerintah,Agama dan Budaya atau Adat Istiadat. Kita bersama bekerja untuk melawan virus COVID-19 ini.
Dengan prosesi ini tentunya kita yakini dapat mengunci pintu-pintu angin agar virus COVID-19 tidak dapat masuk ke wilayah Kabupaten Sorong Selatan.
Bupati menyampaikan terimah kasih kepada para Tua adat tersebut yang saat ini masih memiliki pengetahuan tentang budaya dan kearifan lokal ini.
Prosesi ini juga biasa dilakukan di seluruh wilayah Papua termasuk di Distrik Kokoda pun masih melakukan hal yang sama dengan cara nya masing masing.
“Hal ini dilakukan semata mata untuk menjaga warga masyarakat Sorong Selatan agar terhindar dari Virus COVID-19 ini,”tambahnya.
Turut hadir dalam prosesi ini Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli,SE,MTr.A.P.N,Kapolres Sorsel AKBP.Sahat Maruli Hamonang Siregar,SH,SIK,Kasdim Kodim 1802 Sorong Selatan,Kasdim Kodim Persiapan Sorong Selatan Mayor CBA Raden Heri Purwoto,Ketua Klasis Teminabuan Pdt,Timotius Sagisosolo,STh,Ketua Dewan Adat Suku Tehit (DAST) Kabupaten Sorong Selatan Michael Momot,S.Pd para tua Adat,serta sejumlah warga sekitar kampung Tofot dan Sbir.Distrik Seremuk.