Banyak Anak Tertekan saat Belajar di Rumah, Begini Sebaiknya Pendampingan Orangtua


 Banyak Anak Tertekan saat Belajar di Rumah, Begini Sebaiknya Pendampingan Orangtua Pendampingan orangtua dalam belajar anak. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menjalani masa ‘stay at home’ sudah memasuki bulan ke-tiga. Selama rentang waktu itu, seluruh aktivitas, baik bekerja, pertemuan atau rapat, maupun belajar, dilakukan DirumahAja. Kondisi ini, ternyata menimbulkan masalah baru. Khususnya bagi anak-anak usia pelajar. Kejenuhan mulai menyerang, ditambah tugas-tugas sekolah yang harus diselesaikan selama ‘rehat panjang’ ini. Psikolog Seto Mulyadi bahkan menyebut, lama beraktivitas di rumah selama pandemik Corona, menyebabkan banyak anak yang tertekan. Tak hanya suasana yang terasa monoton, orangtua yang berubah peran menjadi guru lantaran membantu proses belajar sang anak, turut menekan perasaan anak sehingga mereka malah dibuat stres karenanya.

Menurut Psikolog tersebut, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyusun jadwal yang sesuai dengan waktu belajar anak di sekolah. Kepastian waktu tersebut sebaiknya sesuai dengan rutinitas harian agar sang anak nyaman dengan waktu yang ia jalani.

Meski begitu, bukan berarti kondisi rumah disulap menjadi ruang kelas. Justru suasana santai dan sewajarnya, membuat anak makin nyaman menjalani aktivitas belajarnya selama di rumah. Malah baik juga, bila penataan ruangan juga melibatkannya sesuai dengan apa yang disukai mereka.

Nah, supaya lebih sistematis lagi, orangtua perlu melakukan beberapa tips berikut sehingga kegiatan belajar di rumah tidak membuat anak-anak merasa tertekan dan orangtua juga tidak merasa terbebani.

1. Perhatikan suasan ruanganSuasana rumah yang nyaman saat kegiatan belajar mengajar dilakukan adalah kunci utama efektifnya proses belajar. Sehingga, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi rumah senyaman mungkin bagi anak untuk belajar. Misalnya, tidak ada suara televisi, musik keras atau percakapan yang lantang saat anak sedang bersiap untuk belajar atau sedang belajar.

2. Jadilah orangtua yang memberikan energi positif Orang tua sangat berperan penting untuk menciptakan suasana rumah yang positif bagi kegiatan belajar dan mengajar. Orang tua dapat mendampingi anak saat anak belajar online, mengerjakan tugas dari sekolah atau belajar mandiri. Kehadiran orang tua dalam proses pendampingan belajar mengajar merupakan sebuah energi positif penambah semangat belajar bagi anak.

3. Buat jadwal rutin yang menyenangkan Terapkan “aturan main” untuk proses belajar mengajar di rumah. Misalnya, jam berapa anak harus mulai belajar, istirahat, melanjutkan belajar, makan dan beribadah. Diskusikan dengan anak tentang pembagian waktu tersebut dan konsekuensi terbaik apa yang bisa diterapkan bersama. Dengan adanya pemberlakuan disiplin ini, harapannya akan kegiatan belajar mengajar bisa terjadwal dan rutin. Sehingga waktu yang digunakan untuk belajar mengajar di rumah menjadi efisien.

4. Berikan ekspektasi yang realistis untuk waktu belajar anak. Waktu belajar di rumah tidak harus sama dengan waktu belajar di sekolah. Mengingat situasi dan kondisi yang tidak sama antara dua institusi tersebut. Proses dan tugas belajar harus disesuaikan dengan kondisi anak, orang tua dan lingkungan di rumah. Jangan menetapkan target terlalu tinggi bagi anak untuk menyelesaikan tugas sekolahnya dalam satu waktu sementara orang tua juga memiliki tugas yang lain yang harus dikerjakan. Orang tua sebaiknya menetapkan target yang dapat dicapai anak per harinya. Sehingga anak dapat belajar untuk mengatur irama belajar mengajar di rumah yang efektif.

5. Jalani tugas pendampingan ini, tanpa bebanSebelum mendampingi anak belajar, pastikan bahwa kondisi orang tua dalam situasi yang baik, tidak stress. Sehingga proses belajar mengajar dapat tersampaikan dengan baik. Jika orang tua sedang tidak mood, proses pendampingan belajar mengajar akan menjadi tidak menyenangkan. Sehingga pastikan kondisi orang tua baik sehingga dapat melaksanakan proses pendampingan dengan baik pula.

Hal lain yang mungkin bisa dilakukan adalah, diskusi santai dengan anak tentang materi-materi atau pengetahuan baru di luar materi pembelajaran. Misalnya, materi tentang COVID-19, bencana pandemik, kesehatan maupun kesenian untuk disampaikan kepada anak dengan menggunakan bahasa mereka. Sehingga wawasan anak tentang hal lain akan bertambah. Libatkan anak dengan berbagai aktivitas di rumah, misalnya membuat kue, memasak, membersihkan rumah, berkebun, bereksperimen dan kegiatan kreatif lainnya.

Akitivitas lainnya, orang tua juga bisa mengajak anak melakukan berbagai permainan edukatif di rumah selama DirumahAja. Terutama permainan edukatif yang melibatkan aktivitas fisik, misalnya bermain lompat tali, sit-up, main catur, puzzle, bulutangkis dan permainan lainnya untuk memberikan hiburan dan aktivitas fisik yang menyehatkan serta menyenangkan.

Pendampingan belajar mengajar bisa bergantian antara Ibu dan Ayah, sehingga pembagian peran orang tua dapat dilakukan dan anak akan mendapatkan suasana belajar yang berbeda. Orang tua juga bisa membacakan buku, bercerita dan berdiskusi bersama tentang buku yang telah dibaca. Melibatkan anak untuk membuat sebuah projek bersama yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga bisa dicoba.

Dengan berbagai kegiatan ini niscaya anak tidak mudah bosan mengerjakan rutinitas di rumah. Harapannya dengan berbagai strategi dan alternatif kegiatan tersebut, proses belajar mengajar di rumah dapat berjalan dengan efektif, efisien, dan menyenangkan.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Parenting Terbaru