Loading
Situasi Business Review Semester II Tahun 2025 & Executive Workshop Tahun 2026 di Bale Agung Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (23/1/2026). (ANTARA/HO Pemprov Jabar)
BANDUNG, ARAHKITA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melihat peluang besar bagi Bank BJB untuk naik kelas menjadi bank terbesar sekaligus tersehat di Indonesia. Kuncinya, menurut Dedi, ada pada keberanian menggarap ekosistem investasi Jawa Barat yang nilainya sudah menembus Rp296,8 triliun.
Dedi menegaskan, status Bank Pembangunan Daerah (BPD) seharusnya tidak membatasi ruang gerak BJB. Justru sebaliknya, bank daerah perlu tampil agresif dan ekspansif, terutama dengan membangun kemitraan langsung bersama perusahaan-perusahaan industri yang selama ini menjadi tulang punggung investasi di Tanah Pasundan.
“Kalau BJB masuk ke kawasan industri—yang hari ini membuat investasi Jawa Barat tertinggi di Indonesia—dan menjalin kemitraan dengan seluruh pelaku industrinya, BJB bisa menjadi bank terbesar sekaligus bank yang sehat,” ujar Dedi di Bandung, Sabtu (24/1/2026).
Optimisme itu bukan tanpa dasar. Data Kementerian Investasi/BKPM RI mencatat Jawa Barat kembali menjadi juara investasi nasional sepanjang 2025. Total realisasi investasi mencapai Rp296,8 triliun, atau melampaui target hingga 109,9 persen.
Menariknya, komposisi investasi tersebut tergolong seimbang. Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp147,02 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp149,8 triliun. Kombinasi ini dinilai sangat potensial untuk digarap sektor perbankan, termasuk BJB.
Dedi menekankan, tingginya kepercayaan investor asing dan domestik harus dilihat sebagai captive market. Ia mengingatkan agar BJB tidak sekadar menjadi penonton di daerah sendiri, melainkan tampil sebagai mitra strategis utama dalam pembiayaan dan layanan perbankan.
Tak hanya sektor industri, Dedi juga mendorong BJB memperkuat peran sosial melalui kolaborasi dengan pemerintah. Mulai dari pembiayaan pembangunan rumah bagi masyarakat miskin, pendirian sekolah baru, dukungan pendidikan bagi anak yatim, hingga percepatan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Baca juga:
Wajib Militer Dedi Mulyadi bagi Anak Sekolah Bermasalah, Berseberangan dengan Konsep Pedagogi“Bank yang benar-benar sehat bukan cuma soal angka di laporan keuangan. Ia lahir dari manajemen yang berintegritas, komisaris yang visioner, dan keberpihakan nyata pada pembangunan sosial,” tegas Dedi dikutip Antara.