Kamis, 05 Februari 2026

Istana Buka Suara soal Pertemuan Prabowo dengan Ormas dan Tokoh Islam


 Istana Buka Suara soal Pertemuan Prabowo dengan Ormas dan Tokoh Islam Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, menjawab pertanyaan wartawan terkait pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan ormas dan tokoh Islam di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Cahya Sari

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) Islam dan tokoh muslim di Istana Kepresidenan, Jakarta. Forum yang berlangsung Selasa siang itu disebut sebagai agenda rutin untuk saling bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi terkini, baik di dalam maupun luar negeri.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa dialog semacam ini sudah beberapa kali dilakukan. Menurutnya, Presiden ingin menjaga komunikasi langsung dengan para ulama, pimpinan pesantren, serta perwakilan ormas Islam agar berbagai aspirasi dapat terserap dengan baik.

“Pertemuan hari ini sifatnya melanjutkan diskusi sebelumnya. Presiden ingin meng-update kondisi nasional dan global, sekaligus mendengar masukan dari para tokoh Islam,” ujar Prasetyo kepada wartawan di lingkungan Istana.

Selain menjadi ruang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum untuk membahas isu-isu strategis yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu topik yang mengemuka adalah langkah antisipasi pemerintah menghadapi bulan Ramadhan dan Lebaran, khususnya terkait stabilitas harga bahan pokok.

Prasetyo menyinggung hasil rapat Tim Pengendalian Inflasi Pusat yang baru digelar sehari sebelumnya. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan sejumlah langkah agar ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap terjaga dan tidak terjadi lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.

“Sejak awal kami sudah mengantisipasi soal pasokan bahan pokok. Pemerintah ingin memastikan masyarakat bisa menjalani Ramadhan dengan tenang tanpa dibebani kenaikan harga,” jelasnya dikutip Antara.

Isu luar negeri juga menjadi perhatian. Dalam pertemuan itu, Presiden disebut berpeluang menyampaikan pandangan terkait rencana keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza. Pemerintah ingin posisi Indonesia dipahami secara luas sebagai bagian dari komitmen terhadap perdamaian dan kemanusiaan.

Forum tersebut dihadiri puluhan tokoh muslim nasional. Di antaranya terlihat Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, hingga tokoh pengusaha Jusuf Hamka. Total sekitar 40–50 undangan memenuhi ruang pertemuan Istana.

Kehadiran beragam unsur keislaman itu memperlihatkan upaya Presiden membangun komunikasi yang inklusif. Pemerintah berharap dialog rutin semacam ini dapat memperkuat sinergi antara negara dan umat dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, maupun geopolitik.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru