Loading
Bill Gates Akui Menyesal Kenal Epstein, Melinda Isyaratkan Kekacauan Pernikahan. (Kontan)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Bill Gates menyatakan penyesalannya pernah mengenal Jeffrey Epstein, sementara mantan istrinya, Melinda French Gates, mengisyaratkan adanya “kekacauan” dalam pernikahan mereka dan menegaskan bahwa pendiri Microsoft itu harus menjawab pertanyaan terkait hubungannya dengan pelaku pelecehan seksual anak yang telah meninggal tersebut.
Pernyataan Gates muncul di tengah kembali mencuatnya berkas-berkas Epstein yang menyebut keterlibatan banyak orang penting dunia, termasuk Bill Gates. Salah satu tuduhan paling sensitif menyebutkan bahwa Gates menyembunyikan penyakit menular seksual dari istrinya setelah berhubungan dengan perempuan yang disebut sebagai “gadis-gadis Rusia”.
Melalui wawancara dengan saluran televisi Australia 9News, seperti dilansir The Guardian, Gates membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai klaim palsu. Ia mengatakan bahwa Epstein menulis email pada 2013 yang seolah-olah menunjukkan upaya Gates untuk memberikan antibiotik secara diam-diam kepada Melinda, namun email tersebut tidak pernah dikirim.
“Rupanya, Jeffrey menulis email kepada dirinya sendiri. Email itu tidak pernah dikirim. Email itu palsu,” kata Gates.
Ia menambahkan bahwa setiap waktu yang dihabiskannya bersama Epstein adalah kesalahan besar. “Setiap menit yang saya habiskan bersamanya, saya sesali, dan saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan,” ujarnya.
Gates mengungkapkan bahwa ia pertama kali bertemu Epstein pada 2011 dan beberapa kali makan malam dengannya untuk membahas kemungkinan investasi di bidang sains dan kesehatan global. Ia menegaskan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein di Karibia dan tidak memiliki hubungan dengan perempuan mana pun yang terkait dengan kasus tersebut.
“Fokusnya adalah gagasan bahwa dia mengenal banyak orang kaya dan mengklaim bisa menggalang dana untuk kesehatan global. Jika dilihat ke belakang, itu jalan buntu,” kata Gates, sembari menyebut dirinya “bodoh” karena bersedia menghabiskan waktu bersama Epstein.
Baca juga:
Bill Gates Akui Menyesal Kenal EpsteinPernyataan itu kontras dengan komentar Melinda French Gates, yang sehari sebelumnya berbicara kepada NPR dalam podcast Wild Card. Ia menyebut munculnya kembali detail-detail tentang Epstein sebagai pengalaman yang menyakitkan secara pribadi karena mengingatkannya pada masa-masa sulit dalam pernikahan mereka.
“Setiap kali detail-detail itu muncul, itu membawa kembali kenangan akan beberapa masa yang sangat, sangat menyakitkan dalam pernikahan saya,” ujarnya.
Melinda menegaskan bahwa pertanyaan yang masih menggantung terkait Epstein seharusnya dijawab oleh orang-orang yang terlibat, termasuk mantan suaminya. “Mereka yang perlu menjawab hal-hal itu, bukan saya,” katanya.
Pasangan yang menikah selama 27 tahun itu resmi bercerai pada 2021. Pernyataan publik tentang retaknya rumah tangga mereka menunjukkan bahwa dampak skandal Epstein masih terasa, walau pun sudah lewat lebih dari enam tahun setelah kematian Epstein akibat bunuh diri pada Agustus 2019 di pusat penahanan Metropolitan New York.
Dalam cuplikan wawancara yang dirilis NPR, Melinda juga menyoroti isu pertanggungjawaban sosial terkait berkas Epstein. Ia menyebut penderitaan para korban sebagai sesuatu yang “sangat memilukan” dan tak seharusnya dialami oleh siapa pun.
“Tidak ada gadis yang seharusnya berada dalam situasi seperti yang dialami gadis-gadis itu,” katanya, seraya mengaitkannya dengan usia putri-putrinya sendiri.
Melinda mengatakan dirinya kini telah meninggalkan masa lalu yang penuh luka dan berada di fase hidup yang jauh lebih tenang. Namun, saat mengetahui tuduhan terhadap mantan suaminya, khususnya soal antibiotik, ia mengaku merasakan kesedihan yang mendalam.
“Saya berharap ada keadilan bagi para perempuan itu sekarang. Apa yang mereka alami tidak terbayangkan,” ujarnya.
Di ranah politik, anggota Kongres AS dari Partai Republik, Nancy Mace, menyatakan dukungannya terhadap pandangan Melinda bahwa Gates perlu dimintai keterangan. Ia mengaku telah meminta Ketua Komite Pengawasan DPR, James Comer, untuk memanggil Gates terkait hubungannya dengan Epstein.
Sementara itu, Bill dan Hillary Clinton, yang juga tercantum dalam berkas Epstein, menyatakan kesediaan mereka untuk bersaksi di hadapan komite DPR, di tengah meningkatnya tekanan politik untuk membuka secara lebih luas jaringan relasi Epstein.